By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
MediaInternasional.comMediaInternasional.comMediaInternasional.com
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Posts
    • Post Layouts
    • Gallery Layouts
    • Video Layouts
    • Audio Layouts
    • Post Sidebar
    • Review
      • User Rating
    • Content Features
    • Table of Contents
  • Pages
    • Blog Index
    • Contact US
    • Search Page
    • 404 Page
    • Customize Interests
    • My Bookmarks
  • Join Us
Reading: PROPAMI Bahas Arah Pertumbuhan Berkelanjutan Industri Pasar Modal Indonesia
Share
Font ResizerAa
MediaInternasional.comMediaInternasional.com
Search
  • Home
    • Home News
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
  • Bookmarks
    • Customize Interests
    • My Bookmarks
  • More Foxiz
    • Blog Index
    • Sitemap
Have an existing account? Sign In
Follow US
MediaInternasional.com > Blog > EKONOMI > PROPAMI Bahas Arah Pertumbuhan Berkelanjutan Industri Pasar Modal Indonesia
EKONOMI

PROPAMI Bahas Arah Pertumbuhan Berkelanjutan Industri Pasar Modal Indonesia

Redaksi
Last updated: 26/09/2026 18:34
Redaksi Published 26/09/2026
Share
PROPAMI Bahas Arah Pertumbuhan Berkelanjutan Industri Pasar Modal Indonesia
SHARE

MediaInternasional.com — Pasar modal Indonesia menghadapi persoalan yang lebih sulit daripada sekadar menarik investor baru: bagaimana mengubah pertumbuhan menjadi pasar yang lebih dalam, lebih dipahami dan lebih berguna bagi perekonomian.

Contents
Pertumbuhan Tidak Berhenti pada Jumlah InvestorKetika Perusahaan Membutuhkan ModalModal untuk Perusahaan, Bukan Hanya untuk Korporasi BesarBatas Industri Keuangan Semakin KaburRegulasi Menjaga KepercayaanModal Manusia yang Menopang Modal FinansialAgenda Organisasi, Agenda Industri

Jumlah investor dapat bertambah. Perusahaan dapat mencatatkan sahamnya. Nilai transaksi dapat meningkat. Namun, ukuran pasar bukan satu-satunya ukuran kematangan.

Pasar yang sehat membutuhkan modal, tetapi juga kepercayaan. Membutuhkan investor, tetapi juga literasi. Membutuhkan perusahaan yang mencari dana, tetapi juga tata kelola yang mampu mempertanggungjawabkan penggunaan modal publik.

Itulah garis besar yang muncul dalam Seminar Nasional Pelaku Pasar Modal yang diselenggarakan Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia (PROPAMI) di Ballroom Suagi, The Papadanyan Hotel, Bandung, Sabtu (26/9/2026).

Mengusung tema “Masa Depan Pasar Modal Indonesia: Sinergi Kebijakan, Industri, dan Profesi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan,” forum tersebut mempertemukan profesi pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI), regulator, legislator, lembaga penjaminan dan akademisi.

Pertemuan itu berlangsung ketika pasar modal semakin penting sebagai bagian dari sistem pembiayaan ekonomi Indonesia.

Pertumbuhan Tidak Berhenti pada Jumlah Investor

Ekspansi basis investor adalah salah satu sisi dari perkembangan pasar modal. Tetapi semakin luas partisipasi masyarakat, semakin besar pula kebutuhan untuk memastikan bahwa investor memahami instrumen yang mereka pilih.

NS. Aji Martono, Ketua Umum PROPAMI, menekankan pentingnya peran pelaku profesi dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat dan investor di berbagai daerah.

Logikanya sederhana. Modal yang masuk ke pasar membutuhkan investor yang memahami risiko. Tanpa pemahaman tersebut, pertumbuhan partisipasi belum tentu berbanding lurus dengan kualitas pasar.

Karena itu, literasi bukan sekadar program pendamping.

Ia merupakan bagian dari infrastruktur pasar.

Agenda tersebut menjadi salah satu dasar penandatanganan MoU antara BEI dan PROPAMI. Kerja sama mencakup kegiatan edukatif, peningkatan literasi keuangan berkelanjutan serta sinergi antara Kantor Perwakilan BEI dan DPW PROPAMI di berbagai wilayah Indonesia.

Jika pasar modal ingin semakin luas, edukasi juga harus bergerak lebih jauh dari pusat-pusat keuangan.

Ketika Perusahaan Membutuhkan Modal

Di sisi lain terdapat kebutuhan perusahaan.

Pasar modal menawarkan akses terhadap pendanaan jangka panjang. Tetapi akses tersebut datang bersama tuntutan baru.

Saidu Solihin, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, membahas aspek penilaian perusahaan, termasuk bagi korporasi yang mempersiapkan diri untuk melakukan Initial Public Offering (IPO).

Menjadi perusahaan terbuka bukan sekadar mendapatkan dana dari publik.

Perusahaan harus berhadapan dengan tuntutan transparansi, keterbukaan informasi, tata kelola dan akuntabilitas yang lebih besar.

Karena itu, IPO berada di persimpangan dua kepentingan: perusahaan membutuhkan modal untuk tumbuh, sementara investor membutuhkan alasan untuk mempercayakan modalnya.

Pasar modal bekerja ketika kedua kebutuhan itu bertemu.

Modal untuk Perusahaan, Bukan Hanya untuk Korporasi Besar

Tetapi kebutuhan modal dunia usaha jauh lebih luas daripada perusahaan yang siap masuk bursa.

Bobby Cahyadi, Direktur Utama Jamkrida Jawa Barat, membawa perspektif mengenai penjaminan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM.

Bagi sebagian besar pelaku usaha, persoalannya bukan bagaimana melakukan IPO. Persoalannya lebih mendasar: bagaimana memperoleh pembiayaan yang sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan bisnis.

Di sinilah lembaga penjaminan mengambil posisi dalam ekosistem keuangan.

Pembahasan tersebut memperlihatkan bahwa pasar modal hanyalah satu bagian dari sistem pembiayaan nasional. Perbankan, lembaga penjaminan, perusahaan pembiayaan, teknologi keuangan dan pasar modal memiliki fungsi yang berbeda, tetapi saling berhubungan.

Bagi perekonomian, keterhubungan itu penting.

Perusahaan membutuhkan jalur pembiayaan yang berbeda pada setiap tahap pertumbuhan. Ekosistem yang berfungsi baik seharusnya mampu menyediakan pilihan tersebut.

Batas Industri Keuangan Semakin Kabur

Dr. Erman Sumirat membawa perspektif akademik mengenai perkembangan industri keuangan yang semakin terintegrasi.

Teknologi telah mempercepat perubahan. Produk keuangan semakin beragam. Investor memiliki lebih banyak pilihan. Perusahaan memiliki lebih banyak jalur menuju modal.

Akibatnya, batas antara berbagai sektor keuangan menjadi semakin cair.

Pasar modal tidak lagi dapat dibaca hanya melalui aktivitas perdagangan saham. Ia merupakan bagian dari sistem yang lebih besar, tempat tabungan, investasi, pembiayaan dan pertumbuhan perusahaan saling bertemu.

Diskusi panel yang menghadirkan Saidu Solihin, Bobby Cahyadi dan Erman Sumirat, dengan moderator Dr. David Nathanael Sutyanro, mempertemukan tiga perspektif terhadap perubahan tersebut.

Regulasi Menjaga Kepercayaan

Pertumbuhan pasar juga membawa persoalan kebijakan.

H. Fathi, Anggota Komisi XI DPR RI, memberikan perspektif kebijakan dalam seminar tersebut. Sementara Edi Broto Suwarno, Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Efek Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyampaikan keynote speech.

Bagi pasar keuangan, regulasi bukan sekadar kumpulan aturan.

Ia merupakan bagian dari mekanisme yang membangun kepercayaan.

Investor membutuhkan informasi yang dapat dipercaya. Perusahaan membutuhkan kepastian mengenai aturan. Regulator membutuhkan instrumen pengawasan yang mampu mengikuti perkembangan industri.

Tantangannya muncul ketika teknologi, produk dan model bisnis berubah lebih cepat daripada kemampuan sistem untuk beradaptasi.

Di titik itu, kebijakan harus menemukan keseimbangan antara membuka ruang pertumbuhan dan menjaga integritas pasar.

Modal Manusia yang Menopang Modal Finansial

Ada satu lapisan lain yang menentukan kualitas pasar: profesional yang menjalankannya.

Semakin kompleks pasar, semakin tinggi kebutuhan terhadap kompetensi.

PROPAMI menempatkan pengembangan kapasitas anggota sebagai bagian dari misinya untuk membentuk profesional yang terlatih dan kompeten, sekaligus memperkuat kerja sama dengan pemerintah dan pemangku kepentingan.

Peran Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal (LSPPM) juga menjadi bagian dari ekosistem tersebut.

Bagi industri yang bertumpu pada kepercayaan, kompetensi profesional bukan pelengkap.

Ia adalah salah satu bentuk perlindungan terhadap kualitas pasar itu sendiri.

Agenda Organisasi, Agenda Industri

Seminar tersebut digelar bersamaan dengan Rapat Umum Anggota Tahunan (RUAT) PROPAMI 2026, yang dihadiri perwakilan DPW PROPAMI dari berbagai wilayah Indonesia.

RUAT membahas evaluasi program, agenda organisasi dan arah kerja PROPAMI ke depan.

Pertemuan tersebut memberi dimensi lain pada agenda Bandung. Masa depan pasar modal tidak hanya dibentuk di ruang perdagangan dan kantor regulator, tetapi juga melalui organisasi profesi yang menjadi bagian dari infrastrukturnya.

Pada akhirnya, persoalan pasar modal Indonesia bukan semata-mata tentang seberapa besar pasar dapat tumbuh.

Persoalannya adalah seberapa dalam pertumbuhan itu meresap ke dalam perekonomian.

Apakah perusahaan memperoleh akses modal yang lebih baik? Apakah investor memahami risiko? Apakah pelaku usaha memiliki pilihan pembiayaan? Apakah regulasi mampu menjaga kepercayaan? Dan apakah industri memiliki cukup profesional untuk menopang semuanya?

Jawaban atas pertanyaan tersebut akan menentukan kualitas pertumbuhan pasar modal dalam jangka panjang.

Di Bandung, PROPAMI mempertemukan sebagian dari aktor-aktor yang berada di dalam rantai tersebut.

Tantangan berikutnya bukan lagi sekadar memperbesar pasar.

Yang lebih penting adalah membangun pasar yang mampu mengubah modal menjadi investasi, investasi menjadi produktivitas, dan produktivitas menjadi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

You Might Also Like

PROPAMI Bahas AI dan Transformasi Digital dalam Pengembangan Profesi Pasar Modal

Enam Belas Tahun PROPAMI dan Perjuangan Menjaga Kepercayaan Investor Pasar Modal

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Sumatera

Kolaborasi UMKM dan Komunitas Warnai Festival Sundown Markette 2026 di GBK

Pemerintahan Baru Bawa Angin Segar, CSA Index Oktober Meningkat Tajam Jadi 76,09

TAGGED:BEIPROPAMI
Share This Article
Facebook Twitter Email Print

Categories

  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Insider
  • Science
  • Technology
  • LifeStyle
  • Marketing

About US

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?