By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
MediaInternasional.comMediaInternasional.comMediaInternasional.com
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Posts
    • Post Layouts
    • Gallery Layouts
    • Video Layouts
    • Audio Layouts
    • Post Sidebar
    • Review
      • User Rating
    • Content Features
    • Table of Contents
  • Pages
    • Blog Index
    • Contact US
    • Search Page
    • 404 Page
    • Customize Interests
    • My Bookmarks
  • Join Us
Reading: Pemilu dan Tensi Geopolitik, Pelaku Pasar Tetap Percaya Pada Potensi IHSG
Share
Font ResizerAa
MediaInternasional.comMediaInternasional.com
Search
  • Home
    • Home News
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
  • Bookmarks
    • Customize Interests
    • My Bookmarks
  • More Foxiz
    • Blog Index
    • Sitemap
Have an existing account? Sign In
Follow US
MediaInternasional.com > Blog > NEWS > Pemilu dan Tensi Geopolitik, Pelaku Pasar Tetap Percaya Pada Potensi IHSG
NEWS

Pemilu dan Tensi Geopolitik, Pelaku Pasar Tetap Percaya Pada Potensi IHSG

admin
Last updated: 04/02/2024 13:41
admin Published 02/02/2024
Share
SHARE

MediaInternasional.com – Pada Februari 2024, Capital Sensitivity Analysis (CSA) Index mengalami penurunan, mencapai angka 59.7, menandakan penurunan optimisme dibandingkan dengan bulan Januari yang mencapai 83.7.

Contents
5 Top Gainers5 Top Losers Shares5 Shares Net Buy Foreign Investors5 Shares Net Sell Foreign Investors

Penurunan ini mencerminkan ketidakpastian yang dirasakan pelaku pasar menghadapi bulan perdagangan yang penuh tantangan.

Pemilu yang dijadwalkan pada bulan ini dan pelemahan nilai tukar Rupiah menjadi alasan utama di balik penurunan optimisme pelaku pasar.

Meskipun angka CSA Index turun, namun dengan nilai di atas 50, menunjukkan bahwa lebih banyak pelaku pasar memprediksi bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mengalami tren bullish pada bulan Februari.

Konsensus penutupan IHSG pada Februari 2024 adalah sekitar 7.258, menandakan kenaikan tipis dari penutupan Januari di 7.207.

CSA Index IHSG Konsensus Feb 24 (Source : CSA Institute)
CSA Index IHSG Konsensus Feb 24 (Source : CSA Institute)

Hasil wawancara mendalam menunjukkan bahwa pelaku pasar merasakan tingkat ketidakpastian yang tinggi akibat pemilu.

Apabila pemilu dapat diselesaikan dalam satu putaran, hal ini dianggap positif karena memungkinkan pelaku pasar untuk segera mengalokasikan aset mereka sesuai dengan hasil pemilu.

Namun, jika pemilu berlangsung dalam dua putaran, ketidakpastian akan tetap tinggi hingga putaran kedua pemilu dilaksanakan.

Faktor pelemahan Rupiah dan potensi peningkatan tensi geopolitik juga diyakini akan semakin menyulitkan IHSG.

Meskipun 93,4% pelaku pasar tetap optimis bahwa IHSG akan mengalami tren bullish selama dua belas bulan ke depan, angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan optimisme bulan Januari sebesar 93,0%.

Perkiraan Indeks CSA Konsensus IHSG 12M. (Sumber: Institut CSA)
Perkiraan Indeks CSA Konsensus IHSG 12M. (Sumber: Institut CSA)

Sentimen positif utama berasal dari keyakinan pelaku pasar bahwa pertumbuhan ekonomi akan tetap baik di tahun 2024 dan harapan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan terus menurunkan suku bunga.

Dr. David Sutyanto, Ketua Umum Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), menanggapi hasil CSA Index Februari 2024, menyatakan, “CSA Index Feb 24 menunjukkan optimisme pelaku pasar menurun dalam menghadapi perdagangan di bulan Februari 2024.

Ini disebabkan adanya event pemilu dan menurunnya kemungkinan The Fed menurunkan tingkat suku bunga dalam waktu dekat.

Namun IHSG diproyeksikan masih akan menguat, meskipun terbatas.”

CSA Index Sektor Pilihan Feb 24. (Source : CSA Institute)
CSA Index Sektor Pilihan Feb 24. (Source : CSA Institute)

Para pelaku pasar menargetkan IHSG untuk menguat hingga mencapai level 7.697 dalam dua belas bulan ke depan, menunjukkan kenaikan sebanyak 489 poin atau 6,78% dari posisi penutupan pada akhir Januari 2024.

Proyeksi ini didasarkan pada pengakuan terhadap beberapa sentimen negatif dengan dampak jangka panjang, seperti peningkatan risiko geopolitik dan perlambatan ekonomi global.

Meskipun volatilitas harga komoditas dan nilai tukar diperkirakan akan terjadi dalam 12 bulan mendatang, ekonomi Indonesia tetap diharapkan tumbuh.

Investor dengan optimisme tinggi menantikan arah kebijakan dari pemerintah yang akan terpilih setelah pemilu, dengan harapan dapat memberikan dukungan tambahan bagi pertumbuhan IHSG.

CSA Index juga menyoroti sektor-sektor yang dianggap sebagai pendorong utama IHSG pada bulan Februari.

Sektor keuangan menjadi pilihan utama, dengan laporan keuangan perbankan yang melebihi ekspektasi dan valuasi rendah menjadikan sektor ini favorit.

Di samping itu, sektor barang konsumen non-primer juga menjadi pilihan kedua, mencerminkan keyakinan pada tingkat konsumsi domestik yang tetap stabil.

Dalam pandangan Ketua Umum PROPAMI, NS. Aji Martono, pasar cenderung mengambil sikap “wait and see” sambil menilai visi untuk Indonesia ke depannya, terutama dalam sektor ekonomi dan arah kebijakan yang dapat berdampak pada pasar modal.

Meskipun demikian, indeks CSA dianggap sebagai alat bantu untuk mengevaluasi investasi pada saham-saham tertentu, baik dari segi historis teknis maupun kinerja fundamental.

Aji menekankan bahwa meskipun IHSG cenderung naik selama pemilu, kehati-hatian tetap diperlukan dengan mempertimbangkan hasil analisis teknis dan fundamental.

Investor asing pada awal Februari memborong saham dengan net buy Rp 886,17 miliar.

Sepanjang tahun 2024, net buy investor asing mencapai Rp 9,21 triliun.

5 Top Gainers

  1. Shares RSCH (34.69%)
  2. SOTS (34.36%)
  3. PTMP (16.98%)
  4. INPS (15.13%)
  5. CBUT (12.00%)

5 Top Losers Shares

  1. MPXL (-19.44% )
  2. MLPT (-10.56%)
  3. SMGA (-10.08%)
  4. SMMA (-9.13%)
  5. TRUS (-9.09%)

5 Shares Net Buy Foreign Investors

  1. BBCA IDR 543.6 billion
  2. TLKM IDR 198.8 billion
  3. BBRI Rp. 131.0 billion
  4. BBNI Rp. 103.5 billion
  5. ADRO Rp. 35.3 billion

5 Shares Net Sell Foreign Investors

  1. KLBF (Rp. 31.6 billion)
  2. FILM (Rp. 28.5 billion)
  3. MEDC (Rp. 21.5 billion)
  4. BRPT (Rp. 15.2 billion)
  5. INKP ( IDR 15.2 billion)

You Might Also Like

Rumah Karya Sjuman kembali menghidupkan Nutcracker in Jazz

Majalah EKSEKUTIF dan MATRA Sebagai Media Patner Sejak 20 Tahun Java Jazz

Kapolda Kalsel Sambut Audiensi HMI Provinsi Kalsel, Ajak Mahasiswa Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Majalah MATRA dan Majalah EKSEKUTIF Edisi Cetak Terus Terbit di 2025

BNSP Serahkan Sertifikat Kompetensi Halal ke 60 WNA dari LHLN, Kolaborasi Internasional Halal

TAGGED:AAEICSA IndexDavid SutyantoIHSGNS. Aji MartonoPROPAMI
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Insider
  • Science
  • Technology
  • LifeStyle
  • Marketing

About US

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?