Waspadai Kejahatan Cyber, Jaga Data Pribadi di Internet

  • Bagikan
banner 468x60


JAKARTA,- Kehadiran dan pertumbuhan pengguna internet membentuk budaya digital katena penggunaan teknologi digital secara massif. Diketahui saat ini pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 202,6 juta jiwa dengan 170 juta yang telah aktif di media sosial.

banner 336x280

“Seiring gencarnya teknologi dan internet sebagai bagian hidup manusia modern sekarang, terdapat ancaman pencurian data pribadi melalui internet,” kata Eko Ariesta, Founder & CEO Enterpro.id saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I, Senin (16/8/2021).

Dia mengungkapkan setidaknya ada empat hal yang mengancam keamanan data pribadi seseorang di internet. Pertama bisa digunakan untuk kriminal, yaitu data korban digunakan pelaku untuk melakukan aktivitas kriminal misalnya penyelundupan narkoba, aksi teror, alibi pembunuhan dan lainnya. Selain itu data pribadi yang dicuri juga bisa disalahgunakan untuk penyamaran, yaitu data korban digunakan pelaku sebagai identitas barunya misalnya imigran gelap, mata-mata, hingga pencemaran nama baik.

Tak kalah bahayanya, di sisi finansial data pribadi yang dicuri juga bisa digunakan pelaku untuk menguras keuangan korban atau relasi korban. Misalnya dalam bentuk pencurian kartu kredit, mengambil kredit, penipuan, maupun pemerasan. Kemudian di sisi medis data pribadi seseorang juga bisa digunakan untuk kebutuhan medis, misalnya pemalsuan hasil laboratorium dan ketergantungan akan obat-obat tertentu.

“Untuk menghindarinya hal yang bisa kita lakukan adalah melindungi apa yang ada di dalam genggaman kita,” kata Eko.

Data pribadi merupakan dokumen tidak penting yang sudah tidak digunakan sebaiknya dihancurkan. Di dunia online untuk melindungi data pribadi gunakan password dengan kombinasi angka dan huruf besar kecil sert simbol. Selanjutnya kode OTP merupakan kunci, sehingga jangan sembarangan untuk memberikannya.

Bijaklah saat menggunakan media sosial dan saat akan menjual handphone jangan lupa untuk factory reset agar semua data Anda hilang dan tidak disalahgunakan orang tak dikenal. Begitu pun saat browsing menggunakan komputer umum gunakan private browsing atau incognito mode dan selalu log out. Saat akan membeli device baru maka carilah yang memiliki keamanan finger print-nya atau biometriknya.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Teguh Kurniawan, Business Owner Bimasakti, Agus HD Idris, Waka 3 Bid. Kemahasiswaan STAI Darul Falah Cihampelas, dan Hifni Mannan, Ketua PC IPNU Kabupaten Bandung Barat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 1 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini



Source link

!-- Composite Start -->
  • Bagikan