Warga Fukushima Juga Khawatirkan Keputusan Jepang Buang Air Limbah Radioaktif

Kekhawatiran tidak hanya muncul di kalangan negara-negara tetangga Jepang, menyusul keputusan pemerintah Jepang untuk membuang air limbah radioaktif yang terkontaminasi dari instalasi pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi ke Samudra Pasifik.

Banyak pemilik bisnis di sepanjang garis pantai Prefektur Fukushima mengaku sangat prihatin bahwa lingkungan hidup dan usaha mereka akan terimbas oleh keputusan itu.

Yukiko Mame, seorang pemilik toko pangan laut, contohnya, mengatakan, keputusan itu akan membuat bisnisnya memburuk.

“Kami menjual produk lokal khusus Fukushima di sini, dan turis selalu bertanya apakah produk tersebut aman untuk dimakan. Selain peduli dengan air limbah radioaktif, banyak wisatawan juga bertanya tentang situasi radiasi nuklir setempat. Mereka juga prihatin pembuangan air limbah radioaktif. Kami pikir situasi terkait kecelakaan nuklir Fukushima akan berubah dan diperbaiki setelah lebih dari 10 tahun, tetapi status quo masih berada di jalan buntu, ” kata Mame.

Diserang oleh gempa bumi berkekuatan 9,0 Skala Richter dan tsunami yang melanda pantai timur laut Jepang pada 11 Maret 2011, tiga reaktor di PLTN Fukushima Daiichi mengalami pelelehan inti nuklir. Akibatnya, instalasi itu menghasilkan sejumlah besar air yang tercemar radiasi karena membutuhkan air untuk mendinginkan reaktor-reaktor itu.

Pariwisata di prefektur tersebut telah terkena dampak serius sejak bencana tahun 2011. Pemerintah Prefektur Fukushima telah merumuskan serangkaian rencana untuk menyuntikkan kembali vitalitas ke dalam industri pariwisata lokal, namun tidak ada satu pun rencana yang berhasil.

Sementara itu, menyusul protes yang bermunculan di dalam dan luar negeri, Menteri Keuangan Jepang Taro Aso mengatakan, Selasa, ia mendengar bahwa air radioaktif di pembangkit nuklir Fukushima Daiichi telah diolah sedemikian rupa dan bahkan “boleh diminum.”

Pernyataannya muncul setelah pemerintah Jepang mengumumkan bahwa mereka akan mulai melepaskan air radioaktif yang diolah dari pembangkit nuklir yang rusak itu ke Samudra Pasifik dalam dua tahun. [ab/uh]



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kemitraan Indo-Prancis penting: France FM Drian

Rab Apr 14 , 2021
Oleh Sahil PandeyNew Delhi [India], 14 April (ANI): Jean-Yves Le Drian, Menteri Eropa dan Luar Negeri pada hari Rabu mengatakan kemitraan Indo-Prancis sangat penting untuk melindungi planet ini karena penting untuk kepentingan bersama global. “Di setiap benua, dampak gejolak lingkungan sudah dapat dirasakan, dan mereka membutuhkan tanggapan yang cepat, masif, dan kolektif. Dan, perang melawan perubahan iklim jelas merupakan pertempuran abad ini. Itulah mengapa kemitraan Indo-Prancis untuk melindungi planet sangat […]