Utusan PBB untuk Yaman Ditunjuk Sebagai Kepala Kemanusiaan

  • Bagikan



Martin Griffiths, utusan PBB yang sedang berupaya keras mengakhiri perang saudara di Yaman, pada Rabu (12/5) ditunjuk sebagai kepala badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Penunjukan Griffiths oleh Sekretaris Jenderal Antonio Guterres sebagai wakil sekretaris jenderal untuk urusan kemanusiaan menjadikan jabatan penting itu tetap berada di tangan seorang diplomat dari Inggris. Griffiths menggantikan Mark Lowcock.

Sementara dua posisi penting lainnya, Wakil Sekjen untuk Urusan Politik dan Penjaga Perdamaian, masing-masing tetap berada di tangan diplomat asal Amerika Serikat dan Perancis, meskipun ada resolusi Majelis Umum 1992 yang menentang “monopoli” kekuasaan mayoritas dalam beberapa jabatan penting tersebut.

Griffiths, yang berusia 69 tahun itu mendapat apresiasi dari negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB atas kegigihannya, bahkan dalam situasi yang paling mengerikan, termasuk di Yaman pada 2018.

PBB menggambarkan Yaman sebagai negara dengan situasi kemanusiaan terburuk di dunia, di mana 80 persen penduduk bergantung pada bantuan kemanusiaan ketika Arab Saudi melakukan kampanye untuk menghabisi pemberontak Houthi yang menguasai sebagian besar wilayah negara itu.

Sebagaimana pendahulunya, Ismail Ould Cheikh Ahmed dari Mauritania, Griffiths gagal menghentikan konflik di Yaman dan tidak lagi dapat berhubungan dengan Houthi, yang erat dengan Iran.

Amerika Serikat pekan lalu mengecam Houthi karena menolak bertemu Griffiths ketika pemerintahan Joe Biden meningkatkan upaya diplomasi untuk mengakhiri perang di Yaman.

“Seorang mediator tidak dapat memaksa semua pihak untuk bernegosiasi,” kata Griffiths dalam pertemuan Dewan Keamanan pada Rabu (12/5), yang sekaligus menyesalkan “eskalasi militer tanpa henti” oleh Houthi ketika berupaya merebut benteng terakhir pemerintah di utara Marib.

Belum jelas siapa yang akan menjadi utusan khusus PBB untuk Yaman berikutnya.

Lowcock, wakil sekretaris jenderal yang akan selesai bertugas, awal tahun ini menyatakan ingin mundur dan berkumpul kembali bersama keluarganya di Inggris.

Griffiths telah lama bekerja di bidang kemanusiaan pada Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk upaya koordinasi di wilayah Great Lakes Afrika pada 1990-an. [mg/em]



Source link

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *