Transformasi dari Analog ke Digital Membawa Perubahan Interaksi Sosial

  • Bagikan
banner 468x60


JAKARTA,– Berbeda dengan zaman analog di mana untuk melakukan sambungan telepon luar kota dan dalam negeri saja ketika itu sangat mahal, kini dengan adanya teknologi internet semua menjadi lebih mudah dan murah. Data We Are Social tahun 2021 menyebutkan sebanyak 174,5 juta penduduk Indonesia telah menggunakan internet. Dari total 272,1 juta keseluruhan penduduk, di antaranya 160 juta menggunakan media sosial.

banner 336x280

Dari zaman internet ini kita juga menemukan ada banyak platform yang muncul untuk edukasi, entertaiment seperti musik dan film. Terjadi perubahan interaksi sosial yang nyata, di mana saat pandemi semuanya untuk meeting yang tidak bisa offline kini melalui ruang virtual.

“Pandemi dan keberadaan teknologi ini merupakan salah satu transformasi digital Indonesia yang mengalami percepatan akselerasi, sehingga merevolusi cara masyarakat berinteraksi sosial,” kata Dee Rahma, seorang Digital Marketing Specialist yang menjadi nara sumber di webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, pada Senin (9/8/2021).

Apa yang terjadi kini merupakan perubahan besar, di mana pada abad ke-18 saat industri 1.0 masih menggunakan tenaga uap, kemudian menjadi elektrik di abad ke-19 atau industri 2.0, di abad ke-20 yaitu insutri 3.0 mulai menggunakan IT, kemudian sekarang semakin matang abad ke-21 industry 4.0 punya teknologi yang lebih pintar dengan loT, cloud techology, big data, dan virtual assistant 24 jam.

Fenomena revolusi masif yang menyebabkan perubahan interaksi sosial juga terjadi pada dunia pendidikan di mana internet juga digunakan untuk belajar online baik sekolah, kuliah, dan kursus.

Bekerja pun saat ini dilakukan secara remote dan tidak wajib setiap hari pergi ke kantor. Dengan begitu wifi pun sudah menjadi kebutuhan pokok, karena masyarakat ketika di rumah sudah belanja melalui cara online, memakai e-banking, e-money, juga interaksi sosial secara virtual dan telemedicine.

Dengan segala perubahan yang terjadi ini, perlu adanya perubahan mindset untuk menyambut sekaligus adaptif terhadap budaya digital. Informasi yang semakin terbuka membuat setiap orang harus menyaring segala sesuatunya sebelum menyebarkan. Rajin adaptasi menambah skill baru sesuai kebutuhan industri era digital dan berfikir lebih kritis terhadap apa yang bisa dilakukan agar lebih produktif dengan adanya budaya digital baru tersebut.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Henry V Herlambang, CMO Kadobox, Irma Nawangwulan, Lecture IULI dan Asep Hardiyanto, Dosen Fakultas Teknik UNIS.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 1 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini



Source link

!-- Composite Start -->
  • Bagikan