Sudhamek AWS Bersaksi di Full Gospel Business Men’s Fellowship International – MAJALAH EKSEKUTIF


EKSEKUTIF.com – Usai peluncuran buku Bisnis Berbasis Mindfulness: Berbisnis dengan Hati. Ketua Umum Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) ini langsung “bersaksi” di Full Gospel Business Men’s Fellowship International.

FGBMFI ini adalah sebuah perkumpulan para pengusaha dan profesional yang percaya bahwa Alkitab, mulai dari Kitab Kejadian sampai dengan Wahyu adalah Firman Tuhan yang hidup.

“Doa adalah cara kita berkomunikas dengan sang pencipta. Tahun depan demikian banyak permintaan berbagi semacam ini. Karena semua agama sekolah, ”papar seorang Buddhis yang punya nama lengkap Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto.

Sudhamek AWS, yang merupakan Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) periode 2017-2022 Pimpinan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk menyampaikan tentang pentingnya menjaga keseimbangan sisi spiritualitas dalam pengelolaan bisnis atau organisasi.

“Pada prinsipnya praktik bisnis atau nonbisnis dengan berbasis kebersadaran agung (perhatian) adalah bahwa berbisnis, atau berorganisasi, juga menjalankan suatu profesi, jurnalis-mata demi menggapai keuntungan atau keuntungan pribadi sebanyak-banyaknya, tetapi lebih dari itu, yakni demi menumbuhkan benih-benih-benih bagi kepentingan bersama, ”tuturnya

Sudhamek menambahkan sejatinya bisnis pun berdimensi vertikal karena apa yang diupayakan, pada saatnya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Yang Mahakuasa.

“Itulah mengapa saya memberi imbuhan ‘agung’ dalam istilah perhatian, karena ada dimensi kebersadaran transendental pada Sang Mahaagung, ”katanya tentang gagasan bisnis berbasis kesadaran.

Orang kaya yang kini menjadi pejabat Negara ini menyebut “kerja itu ibadah” (atau lengkapnya Tugasnya adalah Tuhan, pekerjaan itu adalah ibadah). Bisnis dan spiritualitas ternyata sangat bisa berjalan beriringan.

Pria kelahiran Rembang, 20 Maret 1956 itu menuturkan, konsep berbisnis dengan hati tak bertujuan untuk kalangan pebisnis saja, tetapi juga bisa diterapkan mereka yang menjalani profesi.

Dalam obrolan di FGMI itu, Sudhamek menjawab banyak hal termasuk bagaimana menghadapi pemerasan dari pejabat, dalam bungkus yang dinamakan pembayaran kembali. Nilai-nilai pluralisme, inklusivisme, non-sektarian dan universalisme itu kalau diperas lagi ujung-ujungnya akan menjadi “the sense of unity”.

Harus, pengusaha ada juga yang diperas pejabat. Apa yang memberikan apa, karena tidak, ijinnya tidak keluar, ”ujar pengusaha urutan 42 terkaya di Indonesia, beken dengan merek Kacang Garuda itu.

“Inilah yang oleh pak Jokowi, ingin diberantas oleh pak Jokowi dengan Omni buzlaw, dengan UU pembuat undang-undang ini, ”demikian putra bungsu dari 11 bersaudara, dari pasangan Darmo Putro dan Poesponingroem itu panjang lebar.

Lengkapnya bisa disimak di majalah eksekutif edisi Desember 2020.

edisi cetak majalah eksekutif: klik ini

1 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Para Penasihat CDC Prioritaskan Pekerja Kesehatan, Penghuni Panti Wreda untuk Vaksin

Rab Des 2 , 2020
Para petugas kesehatan dan penghuni panti wreda harus menjadi warga Amerika pertama yang menerima vaksin COVID-19, kata para anggota komite penasihat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) hari Selasa (1/12). Panel itu memutuskan dengan suara 13 setuju dan 1 menolak untuk memberikan vaksin, segera setelah disetujui, kepada sekitar 24 juta orang Amerika yang merupakan petugas kesehatan atau penghuni panti wreda, ketika persediaan masih terbatas sementara produksi ditingkatkan. Keputusan dari […]