‘Siksa’ Tahanan dengan Lagu ‘Baby Shark’, Mantan Pegawai Lapas Didakwa



Seorang jaksa penuntut mengatakan, Senin (5/10), dua mantan pegawai lapas Oklahoma dan penyelia mereka menghadapi tuduhan pelanggaran ringan setelah penyelidik mendapati bahwa mereka memaksa para narapidana untuk berdiri selama berjam-jam dengan tangan diborgol dan mendengarkan lagu anak-anak “Baby Shark” berulang-ulang.

Associated Press mengutip The Oklahoman melaporkan, setidaknya empat narapidana diamankan menghadap ke dinding dengan tangan diborgol di belakang mereka, sementara lagu “Baby Shark” diputar dengan volume keras selama berjam-jam. Pengadilan mengatakan insiden terpisah terjadi pada November dan Desember tahun lalu.

Mantan karyawan penjara Oklahoma County, Gregory Cornell Butler Jr. dan Christian Charles Miles, keduanya 21, dan penyelia mereka, Christopher Raymond Hendershott, 50, dituduh melakukan pelanggaran ringan, Senin (5/10).

“Sangat disayangkan bahwa saya tidak dapat menemukan undang-undang kejahatan yang sesuai dengan fakta ini,” kata Jaksa Wilayah Oklahoma County David Prater. “Saya lebih suka mengajukan tindak pidana atas perilaku ini.”

The Oklahoman melaporkan, Butler dan Miles dituduh memberlakukan tindakan disiplin dan Hendershott dituduh mengetahui tindakan itu, tetapi tidak menghentikannya. Catatan pengadilan tidak mencantumkan pengacara untuk masing-masing dari mereka.

Sheriff P.D. Taylor mengatakan, Senin (5/10), Butler dan Miles mengundurkan diri selama penyelidikan internal dan bahwa Hendershott pensiun.

“Kami tidak menoleransinya,” kata Taylor tentang penganiayaan tersebut. “Kami selalu melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam mengawasi diri sendiri.”

Lagu “Baby Shark” menjadi populer dua tahun lalu setelah perusahaan Pinkfong merilis video pertamanya secara online. Video tersebut telah ditonton lebih dari 6,5 miliar kali. [ah/ft]



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Cegah penularan corona, ini masker pilihan direktur Panca Budi Idaman (PBID)

Rab Okt 7 , 2020
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Beberapa waktu terakhir, pemerintah menyarankan agar sebaiknya masyarakat tidak menggunakan masker scuba, buff atau kain untuk menutup hidung dan mulut. Alasannya, masker jenis ini tidak efektif dalam menangkal penyebaran virus corona alias Covid-19. Bahkan, Commuter Line (KRL) sudah tidak mengizinkan penumpang untuk naik  ke rangkaian kereta jika masih memakai masker jenis ini. Lukman Hakim, Direktur PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) membagikan tips seputar pemilihan masker yang tepat. […]