Sidik Jari Dan Pengenal Wajah, Cara Aman Lindungi Data

  • Bagikan
banner 468x60


EKSEKUTIF.COM – Dasar-dasar keamanan digital dilihat dari banyaknya data pribadi yang ada di dalam ponsel pintar kita, nomor KTP kita ada di perangkat. Seringkali untuk urusan administrasi membutuhkan foto KTP, SIM atau NPWP, setelah difoto jarang sekali kita menghapus.

banner 336x280

Otomatis identitas kita semua sudah ada di ponsel kita tersebut. Pesan teks dalam bentuk berbagai jenis kini tersimpan dapat lebih dari ribuan, panggilan telepon juga yang berisi berapa lama waktu panggilan. Nama dan kontak berserta alamat bahkan kini pada ponsel pintar dapat di sisi lebih lengkap ada kantor, email, bahkan foto.

Maka ponsel pintar dengan sejuta data tentang kita lebih berharga dan mahal ketimbang harga ponsel itu sendiri. Kita harus menjaga jangan sampai ponsel kita hilang karena dikhawatirkan data data kita akan disalah gunakan.

“Apabila ponsel kita hilang, ada kemungkinan dapat mengakses perangkat kita yang lain melalui jaringan internet. Ponsel kita itu bisa jadi jalan masuk,” ungkap Aribowo Sasmito pemeriksa fakta Mafindo ketika berbicara dalam webinar Gerakan Nasional Liteasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (25/8/2021) siang.

Cara melindungi data digital dengan menguatkan password dan jangan dibagikan ke orang lain. pelajari juga opsi keamanan lainnya.

Mengunci ponsel juga masih dibutuhkan zaman sekarang, jika ponsel kita hilang atau tertinggal tidak ada orang yang dapat membuka.

Paling aman dengan pin atau kode, bahkan posel masa kini semakin aman dengan sidik jari, dan pengenalan wajah. Pasang 2FA Two factor Authentication. Tidak hanya password saja jadi jika memang password kita ketebak orang lain, masih ada satu pintu lagi yang harus dibuka.

Hindari penggunaan satu kata kunci untuk semua agar ketika satukebobolan tidak bobol semua. Alternatifnya gunakan password manager. Sebab biasanya hacker jika sudah mengetahui satu password akan mencoba di akun lain, dan jugaakan segera mengganti dengan pasword sehingga pemilik tidak bisa memulihkan, jelasnya.

Jangan sembarangan membuka lampiran dan tautan itu bisa diamankan dengan cara memasang antivirus atau jika ingin membuka tautan dapat menggunakan URL scanner. Jadi pada saat kita menerima sebuat alamat situs kita dapat menyalin dan ditempel di URL scanner, kita akan tau itu;lampiran aman atau tidak. Jangan bagikan kode OTP atayu aktivasi termasuk yang mengaku dari pihak pemberi. Wadpada dengan rekayasa sosial yang mempengaruhi psikis kita.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (25/8/2021) siang, juga menghadirkan pembicara Pradipta Nugrahanto (Podcaster), Sisi Suhardjo (Praktisi Humas dan Komunikasi), Virginia Aurelia (founder divetolive.id), dan Inayah Chairunissa sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 

 89 kali dilihat,  89 kali dilihat hari ini



Source link

!-- Composite Start -->
  • Bagikan