Semakin Banyak Warga AS yang Mencari Bantuan Pangan



Organisasi bantuan kelaparan, Feeding America, mengatakan semakin banyak orang yang mencari bantuan di bank-bank makanan di seantero AS.

Phyllis Marder berhenti menjadi sopir Uber segera setelah pandemi virus corona melanda.

Kini ia tengah kesulitan dan mengaku tak lagi merasa malu untuk mendatangi dapur umum demi bertahan hidup.

“Saya lalu memutuskan bahwa merahasiakan ini membuat situasi semakin sulit dan membuat saya semakin merasa bersalah. Akhirnya, saya memutuskan bahwa lebih penting untuk membicarakannya (secara terbuka), misalnya bahwa ‘saya harus membayar tagihan listrik dan pergi ke dapur umum,” kata Phyllis Marder.

Banyak warga Amerika lainnya seperti Phyllis.

Feeding America, salah satu organisasi terbesar di Amerika yang memerangi kelaparan, mengatakan bahwa jumlah orang yang mencari bantuan pangan telah meningkat sekitar 60 persen sejak pandemi dimulai.

Bank makanan dan lembaga nonprofit membantu mereka bertahan.

Briana Dominguez, ibu dua anak, mengaku mulai lebih sering ke dapur umum setelah kekasihnya kehilangan pekerjaan.

Ia sendiri akan kehilangan pekerjaannya dalam dua minggu. Dominguez berharap bank makanan Illinois, bernama dapur Hillside, akan membantu ia dan keluarganya bertahan.

“Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan kalau saya kehilangan pekerjaan. Saya tidak tahu apa yang akan saya perbuat jika tidak ada dapur Hillside. Pasti akan sangat sulit,” kata Briana Dominguez.

Warga New Orleans, Norman Butler, telah menjadi pengangguran. Ia mengaku ia dan keluarganya akan kelaparan tanpa bantuan pangan.

“Jika bukan berkat orang-orang yang mempersilakan kita mengambil bantuan makanan untuk kita bawa pulang, kita pasti sudah sengsara. Saya yakin, kita pasti sudah kelaparan,” jelasnya.

Butler mengatakan ia tidak seberuntung banyak warga Amerika lainnya yang bisa tetap bekerja dari rumah selama pandemi.

“Tidak semua orang bisa bekerja dari rumah, dan tidak semua orang punya karir di mana mereka cukup bekerja di depan komputer dan tetap digaji. Orang yang seperti saya, seorang sopir limusin, sopir bus antar-jemput, pelayan,” imbuh Norman Butler.

Sambil menaruh sebongkah keju di kulkasnya, Butler berkata, “Ini yang namanya berkah.” [rd/jm]



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

AS Tuduh Taliban Rencanakan Pembunuhan di Afghanistan

Sel Jan 5 , 2021
AS menuduh Taliban berada di balik pembunuhan beberapa tokoh baru-baru ini di Afghanistan. AS mendesak kelompok pemberontak itu untuk menghentikan kekerasan “demi suksesnya perdamaian.” Tuduhan Senin (4/1) itu dijatuhkan beberapa jam setelah Taliban menuduh pasukan AS melancarkan serangan udara terhadap wilayah-wilayah yang dikuasai pemberontak, melanggar perjanjian bilateral 2020 yang bertujuan mengakhiri perang Afghanistan yang telah berlangsung lama. Kontroversi itu terjadi ketika para pemimpin pemberontak dan wakil-wakil pemerintah Afghanistan yang didukung […]