Selalu terapkan protokol kesehatan di kantor meski berbincang dengan teman


KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perkantoran sudah mulai beroperasi normal dengan menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah. Pemerintah daerah memperbolehkan perkantoran beroperasi agar bisa tetap produktif di masa pandemi ini. 

Beberapa protokol kesehatan dan standar khusus yang harus diterapkan oleh perkantoran adalah pembatasan kapasitas jumlah karyawan sampai membuat aturan pembatasan usia karyawan yang diperbolehkan bekerja di kantor.

“Sebagian dari Anda mungkin sudah mulai beraktivitas kembali, seperti bekerja di kantor. Soal kesehatan kerja ini memang tidak main-main, mulai dari pengecekan suhu, pengaturan kapasitas dan posisi di dalam lift, pengaturan denah ruang kerja antar karyawan yang dibuat berjarak,” ujar dr. Reisa Broto Asmoro, Juru Bicara COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru pada acara Keterangan Pers yang disiarkan oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Jumat (04/12).

Baca Juga: Jumlah kasus positif Covid 19 di Jakarta hari ini (4/12) naik 94 kasus

Bahkan beberapa perusahaan meminta karyawan di atas 50 tahun untuk bekerja dari rumah. Hal ini penting dilakukan, mengingat kelompok tersebut terhitung berisiko tinggi jika tertular. 

Meskipun jaga jarak sudah diterapkan, dr. Reisa tetap mengingatkan agar jangan lupa untuk selalu tertib menggunakan masker. “Sekalipun kita sangat mengenal rekan kerja yang kita temui setiap hari, itu tidak menjamin kita mengenal kondisi kesehatan mereka. Pada saat rapat atau sekedar ngobrol-ngobrol bersama dengan teman kantor, masker harus selalu digunakan,” ujar Reisa.

dr. Reisa berpesan, untuk yang sudah aktif kembali bekerja, paling aman memang membawa bekal dari rumah. Tapi kalau ingin mengkonsumsi makanan seperti di kantin misalnya, harus dipastikan kebersihannya. 

“Jadi, baik saat makan di kantin maupun membawa bekal sendiri dari rumah, pastikan juga untuk menerapkan jaga jarak ketika sedang makan. Pastikan tetap jaga jarak dan tidak ngobrol dengan teman saat makan, apalagi berbagi makanan,” ujar Reisa. 

Baca Juga: Bima Arya: Tingkat keterisian RS di Kota Bogor mencapai 83%

Penerapan kesehatan di lingkungan kerja memang sangat penting. Bahkan, banyak perusahaan yang juga memfasilitasi karyawan rutin deteksi awal, seperti rapid test sampai dengan PCR test secara berkala.

Upaya-upaya ini akan lebih sempurna lagi dengan dibarengi usaha dengan menerapkan protokol kedatangan yang ketat sebelum bertemu dengan anggota keluarga tercinta di rumah. “Kita harus tetap produktif, namun tetap jaga diri dan orang lain dengan disiplin protokol kesehatan. Semua ini bisa sukses dengan dukungan kita bersama,” jelas Reisa.



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Biden Akan Minta Warga Amerika Gunakan Masker Selama 100 Hari

Jum Des 4 , 2020
Presiden terpilih Amerika Joe Biden mengatakan pada hari Kamis (3/12) bahwa dia akan meminta warga Amerika agar memakai masker selama 100 hari ketika dia mulai menjabat pada 20 Januari. Dalam wawancara dengan Jake Tapper dari jaringan televisi CNN, Biden mengatakan, “Pada hari pertama saya dilantik, saya akan meminta publik selama 100 hari untuk memakai masker. Hanya 100 hari memakai masker – tidak selamanya, hanya 100 hari, dan saya pikir kita […]