Satu dari 15 warga Hong Kong adalah multijutawan


ILUSTRASI. Dollar Hong Kong. REUTERS/Thomas White

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID – HONG KONG. Penyebaran Covid-19 tidak menghentikan orang kaya di Hong Kong menjadi lebih kaya. Melansir China Daily, sebuah survei yang dirilis pada Senin (21/9/2020) menunjukkan bahwa jumlah multijutawan Hong Kong meningkat 22% menjadi 504.000 orang pada Mei 2020, dengan median aset bersih mencapai HK$ 17 juta (US$ 2,2 juta).

Dalam survei Citibank, multijutawan didefinisikan sebagai mereka yang memiliki total aset bersih lebih dari HK$ 10 juta, dan aset likuid minimal HK$ 1 juta.

Di antara mereka, 56% adalah laki-laki dengan usia rata-rata 58 tahun, sedangkan usia rata-rata multijutawan perempuan adalah 57 tahun. Hampir 70 di antaranya adalah pasangan dengan anak, sementara 21% di antaranya masih lajang. Lebih dari setengahnya menikmati kehidupan non-kerja.

Survei tersebut juga menunjukkan, pasar saham merupakan investasi utama mereka dalam tiga bulan terakhir. Sementara, mata uang asing, termasuk Renminbi, dan dana, berada di posisi kedua dan ketiga.

Baca Juga: Rekor! Elon Musk kehilangan kekayaan Rp 241,24 triliun dalam satu hari

Sebagian besar dari mereka mengira harga properti di Hong Kong akan turun, tetapi lebih banyak yang menunjukkan minat atau menganggap tren penurunan sebagai waktu yang tepat untuk membeli properti baru. Riset menunjukkan, pembelian properti meningkat menjadi 13% dari posisi 6% pada tahun lalu.

Dari total aset bersih mereka, properti menempati 78% yang dominan. Sementara itu, mereka menggunakan uang tunai dan deposito, saham, obligasi dan dana untuk mendiversifikasi investasi.

Baca Juga: Rugi ratusan miliar, miliarder Jepang: Saya dibutakan oleh perubahan market

“Meningkatnya jumlah multijutawan dan aset bersih mereka mungkin disebabkan oleh dampak positif dari kenaikan harga properti, strategi alokasi yang seimbang dari aset yang terdiversifikasi yang kondusif untuk menangkap peluang investasi yang disebabkan oleh volatilitas pasar global, dan kenyamanan dan efisiensi investasi yang terdiversifikasi dimungkinkan oleh fleksibilitas manajemen kekayaan digital,” kata Josephine Lee, kepala perbankan ritel di Citibank Hong Kong, dalam sebuah webinar, seperti yang dikutip China Daily.

Survei tersebut mewawancarai lebih dari 3.500 penduduk Hong Kong berusia 21 hingga 79 dalam dua fase, yakni pada periode November hingga Desember pada 2019, dan Maret hingga Mei tahun ini.

 

 





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Soal belajar dari rumah SMP, Kamis 24 September 2020: Sistem persamaan linear

Kam Sep 24 , 2020
KONTAN.CO.ID –  Pandemi Covid-19 memaksa pembelajar langsung di tiadakan diganti dengan pembelajaran jarak jauh. Pemerintah membuat program belajar dari rumah agar siswa tetap bisa mendapat pembelajaran.  Program belajar dari rumah disiapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Materi yang diberikan ditujukan untuk jenjang pendidikan PAUD hingga SMA.  Materi ditayangkan melalui siaran TVRI setiap harinya. Tayangan pembelajaran berbeda tiap harinya, sesuai dengan jadwal yang sudah dirilis. Melalui Instagram resmi Kemdikbud dan TVRI, jadwal […]