Rusia menantang Amerika Serikat di perjanjian hulu ledak nuklir, ini isinya

Dilihat: 0 views


ILUSTRASI. Russia’s President Vladimir Putin and U.S. President Donald Trump shake hands during a bilateral meeting at the G20 leaders summit in Osaka, Japan, June 28, 2019. REUTERS/Kevin Lamarque

Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID – Moskwa. Rusia menantang Amerika Serikat (AS) untuk membekukan program hulu ledak nuklir selama setahun. Rusia siap membekukan hulu ledak nuklirnya jika Amerika Serikat ( AS) bersedia melakukan hal serupa. 

Tantangan Rusia itu disodorkan untuk memperpanjang pengontrolan senjata nuklir yang diberi nama New START yang sedianya berakhir pada tahun depan. Hal itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan pada Selasa (20/10/2020) sebagaimana dilansir dari AFP. 

“Rusia menawarkan untuk memperpanjang New START satu tahun dan siap untuk mengambil komitmen politik dengan AS untuk membekukan jumlah hulu ledak nuklir yang dimiliki kedua belah pihak untuk periode ini,” ujar Kementerian Luar Negeri Rusia. 

Pekan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengusulkan perpanjangan satu tahun perjanjian New START yang akan berakhir pada Februari 2021. Gedung Putih menggambarkan proposal tersebut sebagai “non-starter” kecuali disertai dengan pembekuan jumlah hulu ledak nuklir. 

Baca jugaLelang rumah sitaan bank Rp 130 juta ditutup hari ini

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan penangguhan hanya bisa dilakukan dengan pemahaman bahwa tidak ada tuntutan “tambahan” dari AS. Tetapi kementerian tersebut menambahkan waktu tambahan yang diperoleh dapat digunakan untuk pembicaraan tentang kendali senjata nuklir di masa depan. 

Ketegangan telah berkecamuk selama berbulan-bulan karena nasib New START, yang membatasi jumlah hulu ledak nuklir yang dipegang oleh Washington dan Moskwa, berakhir hanya dalam hitungan bulan. Kesepakatan 10 tahun itu ditandatangani pada 2010 yang menandai puncak harapan untuk memulai kembali hubungan antara Rusia dan AS. 

Kesepakatan tersebut dipelopori oleh mantan presiden AS Barack Obama dan mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev. Namun, ketika Putin kembali ke kursi kepresidenan pada 2012, ketegangan kembali meningkat dengan cepat. 

Baca juga: Remaja 14 tahun ini dapat hadiah Rp 366 juta dari penelitian obat corona

Penasihat Keamanan Nasional AS Robert O’Brien telah menolak tawaran Putin, membantah bahwa kedua negara harus menutup hulu ledak selama periode tersebut. O’Brien mengatakan AS telah mengusulkan perpanjangan satu tahun untuk memberikan waktu bernegosiasi di luar perjanjian yang dijadwalkan berakhir pada Februari. Hal itu dengan pemahaman bahwa dua kekuatan nuklir terbesar di dunia akan membekukan pekerjaan hulu ledak untuk sementara waktu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Rusia Siap Bekukan Nuklirnya Setahun Jika AS Lakukan Hal Serupa“, 

Penulis : Danur Lambang Pristiandaru
Editor : Danur Lambang Pristiandaru

 






Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *