Ramadan di Yaman: Kurang Lengkap Tanpa Sambusa

  • Bagikan


Memikirkan berbuka puasa dengan sambusa, Issa al-Shabi, warga Sanaa tak bisa menutupi kegembiraannya. Matanya berbinar dan air liur nyaris menetes dari mulutnya.

“Sambusa ini adalah makanan yang enak, dan rasanya lezat, terutama bila disantap pada bulan yang penuh berkah ini. Orang-orang Yaman berlomba untuk mendapatkannya, terutama saat buka puasa. Seperti yang Anda lihat, toko-toko yang menjual sambusa sangat ramai dengan pengunjung,” kata Issa al-Shabi.

Sambusa, penganan tepung goreng berbentuk segitiga yang berisi sayuran atau daging. Makanan ini ditemukan di berbagai penjuru Timur Tengah dan mirip samosa yang populer di Asia Selatan.

Seorang juru masak tengah menggoreng sambusa di sebuah restoran di Sanaa, Yaman, pada bulan suci Ramadan, 15 April 2021. (REUTERS / Khaled Abdullah)

Seorang juru masak tengah menggoreng sambusa di sebuah restoran di Sanaa, Yaman, pada bulan suci Ramadan, 15 April 2021. (REUTERS / Khaled Abdullah)

Di Yaman, sambusa sudah lama menjadi bagian dari tradisi, dan peluang terbuka lebar bagi mereka yang tahu bagaimana cara membuat yang terbaik.

Muath Abdelazim, pemilik toko sambusa dan hidangan pencuci mulut lainnya, mengaku, bisnisnya melonjak saat Ramadan.

“Ini adalah tradisi dan warisan budaya orang-orang Yaman di setiap Ramadan. Tanpa sambusa, Ramadan dan kegiatan berbuka puasa terasa kurang bermakna,” paparnya.

Yaman telah mengalami perang selama enam tahun yang telah membuat jutaan orang kelaparan dan beberapa bagian dari negara itu menghadapi kondisi seperti kelaparan. Negara itu memang memiliki persediaan makanan, tetapi krisis ekonomi yang parah telah membuat harga meroket di luar jangkauan banyak orang.

Penyanyi Yaman, Fouad al-Kebsi dan saudaranya Akram, duduk bersama para tamu saat buka puasa bersama di rumah keluarga mereka saat bulan suci Ramadan di Sanaa, Yaman 19 April 2021. (REUTERS / Khaled Abdullah)

Penyanyi Yaman, Fouad al-Kebsi dan saudaranya Akram, duduk bersama para tamu saat buka puasa bersama di rumah keluarga mereka saat bulan suci Ramadan di Sanaa, Yaman 19 April 2021. (REUTERS / Khaled Abdullah)

Bagi banyak warga Yaman yang mampu berbelanja, menikmati sambusa adalah bagian dari pengalaman Ramadan. Penyanyi populer Yaman Fuad al-Kebsi, satu di antaranya. Ia sering mengajak keluarga dan teman-temannya menikmati sambusa di sebuah restoran terkenal di Sanaa.

“Sambusa dan hidangan pencuci mulut lainnya di Yaman, terutama di Sanaa, telah menjadi bagian penting Ramadan. Anda dapat menganggapnya sebagai salah satu makanan utama. Orang-orang mendambakannya setelah puasa, setelah kelelahan dan kehausan,” kata Kebsi.

Selain sambusa, ada penganan pencuci mulut lain yang populer di Yaman, yakni Shubiya, Baklava, dan al-Rawan. [ab/uh]



Source link

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *