Protes di Louisville Terkait Kasus Breonna Taylor Masuki Malam Kedua


Protes merebak pada malam kedua, Kamis, di Louisville, Kentucky, setelah keputusan dewan juri untuk tidak menetapkan dakwaan pembunuhan terhadap salah satu dari tiga polisi kulit putih yang melakukan penggerebekan terkait narkoba, Maret lalu, yang menyebabkan Breonna Taylor, teknisi medis kulit hitam, tertembak mati.

Para demonstran turun ke jalan-jalan di pusat kota Louisville Kamis malam untuk mengungkapkan kemarahan dan frustrasi mereka atas putusan dewan juri. Sebagian demonstran menghancurkan kaca-kaca jendela. Polisi mengatakan sedikitnya 24 orang ditangkap.

Lebih dari seratus demonstran berlindung di Gereja First Unitarian setelah dimulainya larangan keluar rumah pada malam hari.

Sebelumnya pada hari Kamis, terjadi ketegangan sewaktu sekelompok lelaki kulit putih bersenjata berhadapan dengan demonstran, tetapi tidak ada satupun tembakan yang dilepaskan.

Para pengunjuk rasa berkumpul sehari setelah dewan juri memutuskan untuk tidak mengajukan tuntutan pembunuhan terhadap petugas polisi yang terlibat dalam penembakan fatal Breonna Taylor di apartemennya, di Louisville, Kentucky, AS 24 September 2020.

Para pengunjuk rasa berkumpul sehari setelah dewan juri memutuskan untuk tidak mengajukan tuntutan pembunuhan terhadap petugas polisi yang terlibat dalam penembakan fatal Breonna Taylor di apartemennya, di Louisville, Kentucky, AS 24 September 2020.

Wali kota Louisville Greg Fischer mengatakan dalam konferensi hari Kamis, “Apa yang kita lakukan dengan kepedihan ini?” Ia menambahkan bahwa tidak ada jawaban mudah untuk pertanyaan tersebut.

Taylor tewas sewaktu polisi memasuki apartemennya dalam penggerebekan narkoba dengan kebijakan no-knock atau tanpa pemberitahuan sebelumnya, yang diperbolehkan undang-undang untuk mencegah barang bukti dihancurkan.

Namun, Jaksa Agung Kentucky Daniel Cameron Rabu menyatakan bahwa seorang tetangga Taylor mendengar polisi mengumumkan kehadiran mereka sebelum memasuki apartemen Taylor dan bahwa penggerebekan mereka tidak bisa dianggap sebagai tindakan no-knock.

Cameron menyatakan para petugas “dibenarkan untuk menggunakan kekuatan” setelah kekasih Taylor, Kenneth Walker, yang menyatakan tidak mendengar pengumuman polisi itu, melepaskan tembakan terlebih dulu sewaktu polisi memasuki apartemen, karena mengira mereka adalah penyusup. Tidak ada narkoba yang ditemukan di apartemen Taylor. [uh/ab]



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kasus COVID-19 di AS Dekati Angka 7 Juta

Jum Sep 25 , 2020
Johns Hopkins Coronavirus Resource Center, Jumat pagi (25/9) melaporkan bahwa AS di ambang angka mencengangkan, 7 juta kasus COVID-19. India menyusul di bawah AS dengan 5,8 juta dan Brazil 4,6 juta kasus. Meningkatnya kasus di Brazil mendorong negara itu mengumumkan penundaan parade Karnaval tahunan Rio de Janeiro yang diselenggarakan bulan Februari, pada musim panas di negara di Amerika Selatan itu. Jutaan orang turun ke jalan-jalan kota Rio untuk mengikuti acara […]