Presiden Chad Idriss Deby Tewas, Putranya akan Pimpin Dewan Militer


Tentara Chad mengatakan Presiden Idriss Deby tewas dalam bentrokan dengan para pemberontak, mengakhiri kekuasaannya selama 30 tahun di negara di Afrika Tengah itu.

Berbicara di stasiun televisi nasional hari Selasa (20/4), seorang tentara Chad mengatakan Deby tewas karena luka-lukanya ketika mengunjungi tentara di garis depan. Dalam beberapa hari terakhir ini pasukan pemberontak yang dikenal sebagai “Front for Change and Concord in Chard” telah memperluas gerakannya di utara menuju ibu kota N’Djamena.

Pemerintah dan parlemen telah dibubarkan, dan juru bicara Tentara Chad Azem Bermendao Agouna mengatakan sebuah dewan militer akan berkuasa di Chad selama 18 bulan mendatang. Ia mengatakan dewan itu akan dipimpin putra Idriss yang berusia 37 tahun, yaitu Jenderal Mahamat Idriss Deby Itno.

Jenderal Mahamat Idriss Deby Itno (37 tahun) akan memimpin Dewan Militer Chad

Jenderal Mahamat Idriss Deby Itno (37 tahun) akan memimpin Dewan Militer Chad

Belum ada konfirmasi independen tentang sebab-sebab meninggalnya presiden Chad itu.

Juru bicara militer Amerika di Komando Afrika menyampaikan rasa belasungkawa kepada rakyat Kanada dan mengatakan AFRICOM “memantau dengan seksama gerakan pemberontak di Chad.”

Hal senada disampaikan juru bicara bagi Sekjen PBB Antonio Guterres, Stephane Dujarric.

Sementara itu Kedutaan Besar Amerika di N’Djamena telah memerintahkan seluruh stafnya untuk mengungsi, merujuk pada potensi terjadinya kerusuhan.

Deby yang berusia 68 tahun telah memimpin Chad pasca kudeta pada Desember 1990, menjadikannnya salah satu pemimpn Afrika yang paling lama berkuasa. Para pengkecam menyebutnya otoriter dan mengecam caranya mengelola pendapatan dari hasil minyak Chad. Namun negara-negara Barat melihatnya sebagai sekutu yang penting dalam upaya melawa kelompok-kelompok ekstremis di Afrika Barat dan Sahel, seperti Boko Haram yang bermarkas di Nigeria. [em/jm]



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Anggota ASEAN Membahas Myanmar di KTT Jakarta

Rab Apr 21 , 2021
Negara-negara Asia Tenggara akan membahas krisis pemerintahan Myanmar pada pertemuan puncak di Jakarta pada hari Sabtu. Pengumuman hari Selasa oleh 10 anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) datang sehari setelah Uni Eropa menjatuhkan sanksi keras terhadap Myanmar yang dikendalikan militer, sebuah negara anggota ASEAN. Militer di Myanmar, yang juga dikenal sebagai Burma, menggulingkan pemimpin terpilih negara itu Aung San Suu Kyi pada awal Februari, memicu pemberontakan populer yang diikuti dengan […]