Perangi Corona (Covid-19), Kepatuhan Masyarakat Terhadap 3M Jangan sampai Luntur


KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kewaspadaan masyarakat terhadap penyebaran corona (Covid-19) tetap harus dijaga. Sayangnya, pasca usai libur panjang, kepatuhan masyarakat terhadap protokol 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, tampak kedodoran.

Hal tersebut disinggung Wiku Adisasmito, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 dalam talkshow BNPB bertema “Pandemi Belum Berakhir: Patuhi Protokol Kesehatan!”. Acara tersebut disiarkan secara langsung lewat sejumlah akun media sosial, Jumat (4/12).

Pada kesempatan itu, Wiku menyebutkan bahwa waktu-waktu periode Lebaran, peringatan kemerdekaan, dan Oktober lalu digunakan masyarakat untuk berlibur. Namun sayang, selang 10 hari hingga 14 hari sesudahnya, lonjakan kasus positif Covid-19 meningkat.

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, Sabtu (5/12): Bertambah 6.027 kasus baru, ingat selalu 3M

“Selesai libur panjang, perilaku memakai masker dan menjaga jarak terus turun, turun dan turun,” ujar Wiku. Dia menegaskan, kuncinya ada pada perilaku masyarakat yang harus tetap mengikuti protokol 3M.

Bima Arya Sugiarto, Walikota Bogor yang juga survivor Covid-19 menyatakan, guna menangani Covid-19 perlu kesamaan persepsi semua pihak. Di Bogor saat ini, lanjut Arya, bed occupancy rate (BOR) rumahsakit sudah 83%.

Bima menyatakan sulit untuk bisa kembali menekan BOR di bawah 60%. “Kami hanya menyiapkan rumahsakit darurat dan hotel hotel untuk menampung OTG,” tutur Bima.

Baca Juga: IDI: Sepanjang pandemi, ada 342 petugas medis wafat karena Covid-19

Wiku menambahkan, sebenarnya Indonesia bica berkaca pada Thailand dengan kondisi masyarakat yang hampir mirip dengan Indonesia. Thailand hingga kini bisa mengendalikan penyebaran kasus Covid-19.

“Kenapa Thailand bisa? karena sistem kesehatannya sudah mengakar ke masyarakat,” pungkas Wiku.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bahrain Jadi Negara Kedua yang Setujui Vaksin Pfizer

Sab Des 5 , 2020
Bahrain menjadi negara kedua di dunia yang memberikan otorisasi penggunaan darurat untuk vaksin virus corona yang dibuat oleh Pfizer dan mitranya dari Jerman, BioNTech. Dilansir dari Associated Press, Sabtu (5/12), Kantor Berita Bahrain mengumumkan otorisasi vaksin itu pada Jumat (4/12) malam, menyusul pengumuman Inggris pada Rabu (2/12). Inggris menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui penggunaan vaksin tersebut. “Konfirmasi persetujuan oleh Otoritas Pengaturan Kesehatan Nasional Kerajaan Bahrain mengikuti analisis dan […]