Penyebaran Wawasan Kebudayaan Indonesia Melalui Media Digital Harus Diperbanyak

  • Bagikan
banner 468x60


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Indonesia sangat kaya akan warisan kebudayaan, seni, adat istiadat, dan kearifan lokal. Bangsa Indonesia juga sangat dikenal dengan keramahtamahannya, asas gotong royongnya, yang merupakan etika kebudayaan. Namun di satu sisi ada fenomena digital dari survei Digital Civility Index (DCI) 2020 oleh Microsoft, menyebutkan Indonesia berada di urutan terakhir di kawasan Asia Tenggara mengenai “Kesopanan di dunia digital”.

banner 336x280

“Jangan sampai dengan adanya transformasi digital yang sangat cepat ini, mengubah karakter kebudayaan yang sudah diwariskan dan jalankan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Aditya Nova Putra Ketua Jurusan Hotel & Pariwisata IULI saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Bogor, Jawa Barat I,  pada Rabu (22/9/2021).

Kondisi digital Indonesia saat ini mengalami kemajuan dan disebut sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Di antaranya memiliki 202,6 juta pengguna internet aktif dengan pengguna smartphone sebanyak 195,2 juta dan transaksi ekonomi digital mencapai Rp266,3 trilyun. Perubahan budaya akibat transformasi digital telah dialami masyarakat dengan kemudahan dari segi kesehatan, infrastruktur, ekonomi, mobilitas, dan pendidikan.

Namun menurutnya, transformasi digital membuka jalan perubahan di masyarakat yang berdampak pada kebiasaan yang dapat mengikis identitas bangsa. Dengan adanya fenomena globalisasi, faktor kebudayaan dari luar yang masuk dengan cepat serta diadopsi. “Terbukti dari riset di tahun 2020-2021 yang mencari tentang K-pop ternyata paling banyak orang Indonesia menurut Twitter,” kata Aditya.

Dia pun mengingatkan bahwa pelestarian dan keberlangsungan budaya di Indonesia seperti toleransi, menghormati keragaman, merupakan tanggung jawab bersama. Apalagi keragaman budaya yang dimiliki Indonesia tidak dimiliki oleh bangsa lain. Penanaman nilai akan indahnya suatu keberagaman tetap harus ditanamkan. Selain itu penyebaran wawasan kebudayaan Indonesia melalui media digital harus terus diperbanyak.

“Salah satu pelestarian budaya yaitu dengan memilih makanan Indonesia untuk dikonsumsi sehari-hari. Indonesia gastronomi (senin dalam makan) bahkan bisa menjadi salah satu pelestarian budaya,” katanya lagi.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kota Bogor, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Henry V. Herlambang, CMO Kadobox, Vivi Andriyani, Marcomm & Promotion Specialist, dan Sophie Beatrix, seorang Psikolog Praktisi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 5 kali dilihat,  5 kali dilihat hari ini



Source link

!-- Composite Start -->
  • Bagikan