Penyebab skoliosis yang perlu Anda ketahui


KONTAN.CO.ID – Skoliosis merupakan salah satu kelainan tulang belakang, di mana tulang belakang seseorang condong ke salah satu sisi. Ada banyak penyebab skoliosis yang perlu Anda perhatikan.

Dengan begitu, penyakit tulang ini bisa Anda hindari. Sebab, jika dibiarkan, skoliosis bisa menimbulkan beberapa masalah, seperti aktivitas fisik yang terbatas dan kesulitan untuk bernapas.

Dokter akan menentukan proses perawatan seperti apa yang dibutuhkan tergantung dari tingkat keparahan kondisi tulang belakang. Umumnya, dokter akan mengkategorikan skoliosis menjadi dua kelompok: terstruktur (permanen) dan tidak terstruktur (sementara).

Mengutip dari Medical News Today, skoliosis biasa dialami oleh seseorang yang berusia di antara 10 hingga 12 tahun.

Baca Juga: 5 Kebiasaan yang jadi penyebab sakit punggung

Penyebab skoliosis

Salah satu penyebab skoliosis yang masih bisa Anda hindari adalah postur tubuh yang kurang baik. Sebaiknya, hindari kegiatan yang dapat merusak tulang belakang.

Misalnya, membawa tas atau beban yang terlalu berat, membungkuk, dan duduk dengan posisi yang kurang tepat.

Tak hanya itu, ada penyebab lain yang perlu Anda ketahui. Mulai dari kondisi otot dan saraf yang terganggu, tulang belakang tumbuh abnormal sejak bayi dalam kandungan, salah satu kaki berukuran lebih panjang, dan osteoporosis.

Medical News Today menyebutkan, ada faktor-faktor yang meningkatkan risiko penyebab skoliosis tersebut. Beberapa faktor yang dimaksud adalah usia, gen, dan jenis kelamin di mana wanita berisiko lebih tinggi dari pria.

Baca Juga: 3 Penyebab sakit pinggang kronis yang perlu Anda tahu

Gejala skoliosis

Gejala skoliosis yang dialami remaja cukup berbeda dibanding anak-anak. Pada remaja, kemunculan skoliosis ditandai dengan tinggi tulang rusuk dan pundak kanan dan kiri berbeda, pinggul menonjol di salah satu sisi, dan tubuh penderita skoliosis condong ke kanan atau kiri.

Untuk orang yang lebih dewasa, gejala skoliosis biasanya juga muncul dalam bentuk sakit punggung. Sedangkan untuk anak-anak, gejala yang muncul adalah salah satu bagian dada menonjol, berbaring dengan posisi tubuh ke salah satu sisi, dan kesulitan untuk bernapas.

Pengobatan skoliosis

Ada beberapa jenis pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengobati skoliosis. Misalnya, seseorang berusia antara 25 hingga 40 tahun yang mengalami skoliosis disarankan untuk bracing.

Bracing menggunakan alat penahan agar tulang belakang yang bengkok tak semakin parah.

Untuk menentukan pengobatan apa yang perlu dilakukan, ada beberapa faktor yang dipertimbangkan oleh dokter. Mulai dari jenis kelamin, usia tulang, posisi tulang belakang yang bengkok, dan seberapa parah kebengkokan yang dialami oleh tulang belakang.

Editor: Belladina Biananda



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pastikan Sanitasi untuk Pengungsi Korban Banjir - Berita Terkini

Rab Okt 7 , 2020
Pastikan Sanitasi untuk Pengungsi Korban Banjir 07 Okt 2020 Graha BNPB Jakarta 10 Okober 2020 – Perubahan cuaca berdampak pada aktivitas masyarakat di masa pandemi. Namun yang perlu diwaspadai adalah terjadinya banjir lantaran bisa memunculkan dampak lainnya. Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Dr. Dewi Nur Aisyah mengatakan perubahan cuaca yang mengakibatkan banjir bukan hanya berdampak pada penyakit menular semata. Namun adanya tempat pengungsian ini yang […]