Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Digital Terjadi Pergeseran

  • Bagikan
banner 468x60


Eksekutif.com – Indonesia memiliki lebih dari 700 bahasa daerah. Dalam keseharian, bahasa sangat penting untuk memahami satu sama lain. Karena itu, penting bagi kita menyimak bahasa dalam berkomunikasi agar tidak salah mengartikan maksudnya.

Irma Nawangwulan, Dosen International University Liasson Indonesia, mengatakan, bahasa penting sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan informasi.

banner 336x280

Kedua, bahasa digunakan sebagai alat pemersatu dalam hal ini, yaitu bahasa Indonesia. Ketiga, bahasa sebagai pengetahuan untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan sejarah. Keempat, bahasa membangun identitas suatu suku/bangsa karena unik.

“Bahasa yang baik belum tentu sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) karena lebih mengutamakan fungsi komunikatif. Bahasa yang baik juga belum tentu benar. Penggunaannya disesuaikan dengan situasi dan keadaan. Tergantung kepada siapa kita berbicara,” tutur Irma saat menjadi pembicara dalam Webinar Literasi Digital wilayah Ciamis, Jawa Barat, Jumat (23/7/2021).

Sementara itu, bahasa yang benar itu menggunakan kaidah bahasa normatif, pelafalan bahasa yang benar itu baku, baik lisan maupun tulisan. Dalam penggunaan bahasa yang benar juga menggunakan EBI. Selain itu, bahasa yang benar menggunakan kalimat secara efektif.

Penggunaan bahasa yang baik dan benar di dunia digital atau media sosial terjadi pergeseran. Hal ini ditandai dengan terjadinya pemakaian indoglish atau bahasa Indonesia yang dicampur dengan bahasa Inggris.

Perubahan lainnya yang terjadi, seperti penggunaan kata singkatan atau pemendekan kata yang tidak sesuai, penggunaan emoticon, adanya sisipan bahasa inggris, dan muncul istilah baru dalam media sosial.

“Pada umumnya, media sosial digunakan oleh mempromosikan produk atau jasa, pembentukan opini, pencitraan terhadap figur atau kandidat. Karena digunakan untuk hal-hal tersebut, maka penggunaan etika dan bahasa di media sosial menjadi penting,” paparnya.

Irma menyampaikan, untuk menggunakan tata bahasa yang sopan sebaiknya kita menghindari memposting sesuatu saat emosi. Kemudian, perhatikan juga penggunaan huruf kapital.

Dalam bahasa tulisan, huruf kapital di seluruh kalimat dapat memberi arti bahwa kita sedang marah. Selanjutnya, cari kebenaran berita. Jangan membaca berita hanya dari judul, tetapi keseluruhan informasi, serta memeriksa sumber berita. Mencantumkan sumber postingan sebagai apresiasi karya orang lain.

Hindari SARA dan aksi kekerasan. Konten ini tentu memberi dampak negatif bagi penggunanya dan akan membawa suasana negatif juga bagi pengguna lain di media sosial. Jika ada postingan sejenis ini, sebaiknya jangan disebarkan ulang.

Media sosial memiliki peran yang sangat besar dalam mengubah budaya berbahasa seseorang, termasuk bahasa alay. Bahasa semacam itu boleh digunakan ketika berbicara dengan teman dan tidak digunakan ketika berkomunikasi di media sosial. Karena kata-kata kita menunjukan jati diri bagaimana kita ingin diperlakukan orang lain.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar Literasi Digital wilayah Ciamis, Jawa Barat, Jumat (23/7/2021) juga menghadirkan pembicara, Vincent S. Leewellyn (COO The Coffee Academics Indonesia), Tohirin (Ketua KNPI Ciamis), Rahmat Supriatna (CTO Codelite), dan Michiko Utoyo.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 158 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini



Source link

!-- Composite Start -->
  • Bagikan