Pengecam Presiden China Dihukum Penjara Atas Tuduhan Korupsi



Seorang mantan konglomerat real estat China yang mengkritik Presiden Xi Jinping atas caranya menangani pandemi Covid-19 telah dijatuhi hukuman 18 tahun penjara atas tuduhan korupsi.

Pernyataan hari Selasa (22/9) yang dikeluarkan Pengadilan Menengah nomor 2 Beijing menyebutkan bahwa Ren Zhiqiang yang berusia 69 tahun dinyatakan bersalah menggelapkan hingga $ 16 juta dari perusahaan milik negara yang pernah ia pimpin, selain suap dan penyalahgunaan jabatan, yang membuat perusahaan itu mengalami kerugian sekitar $ 17 juta.

Pengadilan menyatakan Ren telah mengakui seluruh dakwaan dan tidak akan mengajukan banding atas putusan itu. Selain hukuman penjara, ia juga didenda lebih dari $ 600 ribu.

Ren ditahan pada Maret lalu setelah menerbitkan esai yang mengecam Presiden Xi terkait pidato yang disampaikan di hadapan 170 ribu pejabat pada bulan sebelumnya mengenai upaya-upaya pemerintah untuk menanggapi wabah, yang pertama kali dideteksi pada Desember 2019 di Wuhan, China Tengah.

Mantan pengusaha ini mengatakan “ia bukan melihat kaisar yang memamerkan baju barunya, tetapi badut yang melucuti bajunya dan bersikukuh sebagai seorang kaisar,” meskipun ia tidak menyebut nama Xi. Ia juga mengkritik konferensi itu karena menahan informasi mengenai pandemi dan gagal meminta pertanggungjawaban siapapun.

Ren dikeluarkan dari Partai Komunis pada bulan Juli, dan akhirnya dituduh pihak berwenang di Beijing telah menyalahgunakan dana resmi untuk keperluan pribadi.

Ren sebelumnya berselisih dengan partai yang berkuasa pada masa lalu setelah secara terbuka mengkritik partai terkait penindasan kebebasan berbicara dan tuntutan untuk setia sepenuhnya kepada partai. [uh/ab]



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ilmuwan Temukan Pentingnya Tidur Bagi Kesehatan Otak

Sel Sep 22 , 2020
Para ilmuwan memberikan pemahaman yang lebih lengkap tentang peran penting tidur dalam kesehatan otak manusia. Mereka mengidentifikasi adanya transisi mendadak terkait fungsi tidur yang terjadi pada seseorang seiring bertambahnya usia. Ketika manusia berusia 2,4 tahun, tidur tidak lagi berfungsi sebagai pembentukan utak, melainkan beralih ke pemeliharaan dan perbaikan. Kantor berita Reuters mengutip para peneliti, Jumat (18/9), melaporkan mereka melakukan analisis statistik pada data dari lebih dari 60 studi tentang tidur. […]