Peneliti temukan sejumlah fakta menarik terkait penyebaran Covid-19 di India

Dilihat: 0 views


Sumber: New York Times | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID – NEW DELHI. Sebuah penelitian menemukan adanya beberapa fakta menarik terkait penyebaran Covid-19 di India, salah satu negara dengan jumlah penderita tertinggi di dunia saat ini.

 

Dengan sekitar 1,3 miliar populasi dan kepadatan penduduk yang sangat tinggi, India dianggap sebagai lokasi yang ideal bagi virus penyakit untuk menyebar. Saat ini India sudah mencatat lebih dari 6 juta kasus Covid-19.

 

Mengutip New York Times, sebuah penelitian ambisius terhadap hampir 85.000 kasus dan sekitar 600.000 orang di sekitarnya, menunjukkan sejumlah fakta menarik. Tidak hanya di India, tapi juga beberapa negara lain dengan pendapatan menengah ke bawah.

Baca Juga: Diskusi dengan WHO, China ingin penilaian vaksin Covid-19 bagi penggunaan global

Fasilitas kesehatan baik, tapi tingkat kematian tinggi

Hasil penelitian diterbitkan melalui jurnal Science pada hari 30 September 2020 lalu, menyatakan bahwa rata-rata lama waktu perawatan pasien Covid-19 di India sebelum meninggal hanya lima hari. Berbanding cukup jauh dengan AS yang mencapai dua minggu.

Hal ini menimbulkan dugaan kurangnya akses menuju fasilitas medis yang berkualitas maupun jumlah fasilitas yang sangat terbatas.

Penelitian di atas difokuskan pada dua negara bagian di India selatan, Andhra Pradesh dan Tamil Nadu, yang bersama-sama memiliki populasi sekitar 128 juta. Dua wilayah tersebut juga memiliki sistem perawatan kesehatan yang paling canggih di India.

Akses ke perawatan kesehatan juga dapat berperan. Meskipun India memiliki beberapa rumah sakit yang sangat baik, kebanyakan rumah sakit di negara itu tidak memiliki perlengkapan yang baik, hanya memiliki sedikit tempat tidur dan lebih sedikit dokter.

“Akan ada hambatan finansial besar yang membuat orang menunggu sampai mereka sakit parah,” ungkap Dr. Ashish Jha, dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat di Universitas Brown.

Orang di atas usia 65 tahun cenderung lebih aman

Baca Juga: Panduan baru CDC: Virus corona bisa bertahan dan menyebar di udara





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *