Pemahaman Rekam Jejak Digital Masyarakat Indonesia Masih Rendah

  • Bagikan
banner 468x60


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Diketahui rata-rata orang Indonesia menggunakan internet sekitar 8 jam 50 menit per hari yang dihabiskan untuk live streaming di YouTube, mendengarkan podcast, hingga bermain game. Namun yang paling besar dan bisa membawa dampak signifikan adalah durasi di media sosial yaitu 3 jam 14 yang rata-rata dihabiskan setiap orang.

banner 336x280

Di ruang digital ini seseorang bukan hanya akan menuliskan komentar tapi juga dapat menggunggah sesuatu yang ternyata tak disadari merupakan data pribadi.

“Terkait penyalahgunaan data baru 34,3% orang di Indonesia yang peduli, ini data April 2021. Masalah data ini padahal menjadi penting jika kita tidak hati-hati,” kata Eko Prasetya, Wakil Ketua Umum Relawan TIK Indonesia saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat I, Kamis (9/9/2021).

Mengenai hal tersebut, eko menyebut data pribadi seseorang adalah data bangsa, jika tidak dipedulikan akan mengancam kedaulatan bangsa. Eko pun berpesan bahwa catatan penting bagi semua orang, bahwa apa yang terjadi di dunia maya seharusnya tidak boleh berbeda di dunia nyata. Adapun Indonesia saat ini belum ada kurikulum bagaimana pentingnya rekam jejak digital sementara di luar sejak usia sekolah pendidikan literasi digital sudah diberikan.

Oleh sebab itu menurutnya tidak mengherankan jika sampai hari ini yang terjadi adalah komentar di medsos berseliweran, sementara di masa depan komentar atau perilaku di sosial media tersebut akan menjadi cv digital seseorang. “Sosmed jangan gunakan untuk impress people tapi untuk memberi impact kepada banyak orang. Mari kita banjiri kanal sosial kita dengan sesuatu yang positif,” katanya lagi.

Membaca kondisi yang terjadi di Indonesia di mana telah melewati masa pandemi di rumah lebih dari setahun. Orang tua bekerja di rumah, anak sekolah di rumah dan kegiatan daring termasuk bermain sosial media di dalamnya membuat penggunaan platform digital semakin lama durasinya.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Tri Adhianto, Wakil Walikota Bekasi, Yopik Roliyah, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Bekasi, dan Eduard Nurpatria, Pegawai Ahli Madya Disdik Kota Bekasi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 3 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini



Source link

!-- Composite Start -->
  • Bagikan