Peluang Tantangan Milenial dan Generasi Z di Era Digital 

  • Bagikan
banner 468x60


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Indonesia saat ini didominasi Gen Z dan milenial. Menurut sensus penduduk 2020 total populasi Indonesia mencapai 270,2 juta jiwa, baik 32,6 juta jiwa dibanding sensus tahun 2010. Generasi milenial (kelahiran 1981-1996) merupakan generasi yang sudah melek internet karena hidup di masa peralihan dari analog ke digital, smeentara Generasi Z (kelahiran 1997-2012) telah mengenal internet dan teknologi sejak lahir. Mereka memiliki tantangan dan peluang tersendiri menghadapi keuangan, kondisi lingkungan, politik, teknologi dan media sosial.

banner 336x280

Berhubungan dengan hal tersebut, transformasi digital yang terjadi percepatan selama pandemi membuat berbagai peluang muncul. Begitu banyak peluang pekerjaan di era digital, bahkan sederet pekerjaan bisa dilakukan hanya dari rumah saja. Namun memberikan pemasukan yang kuar biasa, misalnya bisnis e-commerce, digital marketing, trader saham dan investor, pialang saham, programer, penerjemah, konsultan, event planner, SEO Specialist, Social Media Specialist, hingga konten kreator.

“Sekarang serba digital, teknologi digital telah banyak menciptakan peluang lapangan pekerjaan. Lingkungan kerja dengan digital berkonsep lebih fleksibel,” kata Hani Purnawanti, Instruktur Edukasi4ID saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, pada Rabu (22/9/2021).

Lebih jauh dia mengatakan, pandemi membuat perkembangan teknologi makin masif, membuat adanya perubahan gaya hidup yang mengharuskan adany adaptasi. Tentunya hal ini juga menjadi peluang berkarya, digitalisasi membuat keterampilan kewirausahaan pun berbasis digital.

Selain itu berdasarkan perkembangan yang ada saat ini, peran perangkat teknologi informasi baik berupa hardware maupun software menjadi pendukung utama. Akhirnya pekerjaan di bidang ini pun ikut berkembang, misalnya programmer untuk web dan mobile Apps, technical support, content writer, network engineer dan administrator, designer web dan Apps, cloud computing, cyber security, dan masih banyak lagi.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir juga nara sumber lainnya seperti Dwi Hartati, Wakabid Sarpras SMK Mandala Leuwiliang Bogor, Jajang Anjas, Wakabid Kurikulum SMK Mandala Leuwiliang Bogor, dan Martha Mariskhal, Digital Banking Legal Counsel DBS Indonesia.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 1 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini



Source link

!-- Composite Start -->
  • Bagikan