Peluang dan Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh saat Pandemi

  • Bagikan
banner 468x60


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Semenjak pandemi berlangsung dan pembelajaran dialihkan menjadi jarak jauh. Kita semua tiba-tiba menjadi guru baik untuk anak atau adik-adik.

banner 336x280

Aaron Daniel O’Brien seorang Education Influencer & Teacher, membagi tantangan PJJ alias Pembelajaran Jarak Jauh ini dalam empat poin, yaitu adaptasi dari pembelajaran offline ke online, kurangnya teknik pengajaran yang inovatif dan kreatif terkesan monoton, psikologis peserta didik yang menghambat progres pembelajaran, dan sebagian murid mudah merasa bosan dengan PJJ.

“Kalau literasi digital kita sebagai pendidik itu kuat, kita bisa melakukan pembelajaran online ini dengan lebih seru, menyenangkan, dan mendidik seperti di pelajaran tatap muka,” tutur Aaron dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (22/9/2021) siang.

Peluang yang didapatkan dengan adanya pembelajaran jarak jauh, kita bisa mengeksplorasi metode baru dalam mengajar. Banyaknya fitur yang mendukung pembelajaran online di masa pandemi bisa dimanfaatkan. Kemudian, pemberdayaan murid untuk meraih kemerdekaan belajar, maksud dari hal ini ialah peserta didik memilih jalan belajarnya seperti apa.

Lanjutnya, memiliki standar pada pembelajaran online setelah masa pandemi. Dalam artian, setelah pandemi usai, beberapa sistem pembelajaran mungkin akan berbeda karena sebagian telah menargetkan sekolah secara online. Penggunaan gadget yang lebih positif dan produktif oleh peserta didik. Jadi, gadget tidak hanya dikenal sebagai media hiburan, tetapi media pembelajaran.

Solusi agar PJJ menjadi lebih efektif, sebagai tenaga pendidik ialah memberikan inovasi dalam metode pengajaram seperti presentasi kreatif, bideo, kuis, games, dan lainnya. Lalu, meminta dan bertanya pendapat murid mengenai gaya belajar yang efektif bagi mereka.

“Cara kita belajar mengajar telah diubah secara permanen. Sebagai guru harus terbuka untuk mempelajari hal-hal baru, dan beradaptasi dengan keadaan,” ujar Aaron.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (22/9/2021) siang, juga menghadirkan pembicara Golda Siregar (Certified Behaviour Consultant Senior), Bukhori (Relawan TIK Sukabumi), Katherine (Owner Organicrush), dan Lady Kjaernett sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 1 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini



Source link

!-- Composite Start -->
  • Bagikan