Pelajari 5 Skill Praktis dan Tren Pekerjaan Setelah Pandemi Covid

  • Bagikan
banner 468x60


JAKARTA,– Masa pandemi telah mengubah tiga hal dari kebiasaan masyarakat yaitu cara bekerja atau belajar, cara berinteraksi, dan cara bertransaksi. Sehingga semua industri yang mengarah pada ketiga hal tersebut diperkirakan akan berkembang. Di sinilah saatnya setiap orang dipaksa untuk beradaptasi dan siapa yang tidak mau berubah akan tertinggal. Pandemi menjadikan semuanya berubah ke arah percepatan.

banner 336x280

Di bidang pekerjaan pandemi jelas memberi dampak hampir di seluruh aspek industri, sebanyak 2,7 Miliar pekerja di seluruh dunia terdampak. Sektor tertinggi yang terdampak adalah dari industri perhotelan, pariwisata, hingga perumahan, namun tetap masih ada yang bisa dikerjakan. Pandemi telah membuat perusahaan mengubah 83% skala pekerjaannya dikerjakan di rumah, dan 84% mengubah akselerasinya ke digital, serta 50% akselerasi ke automatisasi.

“Bakal lebih banyak remote working dan top skills di tahun 2025 yang berhubungan dengan analitis berfikir dan inovasi, aktif belajar dan strategi belajar, dan kita harus bisa mengatasi problem-problem yang ada, cara kita berpikir secara kritis, kreatifitas dan originalitas, kepemimpinan serta sosial influence, penggunaan teknologi, program teknologi dan desain,” ujar Klemes Rahardja, Founder The Enterpreneur Society saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat I pada Senin (6/9/2021).

Berikut adalah 5 skills praktis pekerjaan yang dibutuhkan di era digitalisasi:

  1. Copywriting, desain grafis, desain komunikasi visual, video editor, fotografer dan sejenisnya.
  2. Online advertising, skillset dari sertifikasi SEO untuk menangani sosial media seperti Facebook, Instagram, Google, TikTok.
  3. Tim Kreatif: untuk membangun lagi persepsi brand dan marketing dari perusahaan.
  4. Programer atau developer baik untu web maupun program aplikasi.
  5. Project engineer, system engineer, data analysis dan sebagainya.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Sophie Beatrix, seorang Psikolog Klinis, Irma Nawangwulan, Lecture di IULI dan Ipan Zulfikri, Ketua RTIK Kota Tasikmalaya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 5 kali dilihat,  5 kali dilihat hari ini



Source link

!-- Composite Start -->
  • Bagikan