Pawai global desak atasi perubahan iklim


Pawai di New York disebutkan merupakan yang terbesar dibanding kota lain di dunia

Keterangan gambar,

Pawai di New York disebutkan merupakan yang terbesar dibanding kota lain di dunia

Protes jalanan yang mendesak aksi cepat untuk mengatasi perubahan iklim telah menarik ratusan ribu orang di lebih dari 2.000 lokasi di dunia.

Pawai rakyat untuk mengkampanyekan pengurangan emisi karbon, dilakukan menjelang pertemuan tentang iklim PBB di New York pekan depan.

Di Manhattan, penyelenggara mengatakan sekitar 310.000 orang bergabung dalam pawai yang juga dihadiri oleh sekjen PBB Ban Ki-moon.

Sebelumnya, demonstrasi besar untuk perubahan iklim juga digelar di Australia dan Eropa.

“Ini merupakan planet yang akan dihuni oleh generasi berikutnya,” kata Ban kepada wartawan. “Tidak ada “Rencana B” karena kita tidak memiliki “Planet B”.

Sekjen PBB bersama dengan pakar primata Jane Goodall dan Menteri Ekologi Prancis Segolene Royal.

New York menjadi tuan rumah untuk protes yang terbesar pada Minggu (21/09), yang diikuti separuh dari 600.000 orang peserta di seluruh dunia, berdasarkan keterangan penyelenggara.

Pawai diikuti oleh pemimpin bisnis, pakar lingkungan , selebriti termasuk aktor Hollywood Leonardo DiCaprio.

Keterangan gambar,

Sekjen PBB Ban Ki-moon juga mengikuti pawai yang digelar jelang pertemuan Perubahan Iklim PBB

Keterangan gambar,

Aktor Hollywwod Leonardo di Caprio mengikuti pawai di New York

Keterangan gambar,

Demonstrasi untuk perubahan iklim juga digelar di Rio de Janeiro, Brasil



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kecaman Paus atas ekstrimis agama

Ming Des 6 , 2020
22 September 2014 Sumber gambar, Reuters Keterangan gambar, Puluhan ribu orang menghadiri misa yang dipimpin Paus Fransiskus di Tirana. Paus Fransiskus mengecam ekstrimis di seluruh dunia yang disebutnya ‘menyesatkan’ agama sebagai dalih untuk tindakan kekerasan. Hal tersebut disampaikan Paus saat memimpin misa terbuka untuk ibukota Albania, Tirana, Minggu 21 September, yang dihadiri puluhan ribu jemaat. Dia juga memuji koeksistensi dampai di negara itu, dengan mayoritas umat Islam hidup berdampingan bersama […]