Pandemi Mempercepat Transformasi Digital dan Membawa Perubahan Interaksi Sosial

  • Bagikan
banner 468x60


JAKARTA,Menurut data We Are Social tahun 2021, sebanyak 174,5 juta penduduk Indonesia telah menggunakan internet.

Dari total 272,1 juta keseluruhan penduduk, di antaranya 160 juta menggunakan media sosial. Berbeda dengan zaman analog di mana untuk melakukan sambungan telepon luar kota dan dalam negeri saja ketika itu sangat mahal, kini dengan adanya teknologi internet semua menjadi lebih mudah dan murah.

banner 336x280

“Ada perubahan interaksi sosial yang nyata, apalagi pandemi semuanya untuk meeting tidak bisa offline jadi melalui ruang virtual,” kata Dee Rahma, seorang Digital Marketing Specialist yang menjadi nara sumber di webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, pada Senin (2/8/2021).

Dari zaman internet ini kita juga menemukan ada banyak platform yang muncul untuk edukasi, entertaint seperti musik, film kita bisa akses semua. Kita tidak bisa ke bioskop tapi bisa mengakses berbagai platform film streaming atau musik streaming.

Menurut Dee, pandemi dan keberadaan teknologi ini merupakan salah satu transformasi digital Indonesia yang mengalami percepatan akselerasi selama pandemi, sehingga merevolusi cara masyarakat berinteraksi sosial.

Transformasi digital di era industri 4.0 tidak hanya dari sisi sosial saja, industri pabrik sudah mengalami otomatisasi dengan teknologi robot agar lebih efisien memproduksi dan mendistribusikan barang menggunakan cloud technology, big data, virtual assistant 24 jam.

Hal tersebut merupakan perubahan besar, di mana pada abad ke-18 saat industri 1.0 masih menggunakan tenaga uap, kemudian menjadi elektrik di abad ke-19 atau industri 2.0, di abad ke-20 yaitu insutri 3.0 mulai menggunakan IT, kemudian sekarang semakin matang abad ke-21 industry 4.0 punya teknologi yang lebih pintar dengan loT, cloud techology dan big data.

“Fenomena revolusi masif perubahan interaksi di era digital kita sudah harus menggunakan internet di setiap aspek kehidupan kita. Bahkan dari transaksi digital, ketika di rumah harus belanja online, pakai e-banking, e-money, juga interaksi sosial secara virtual dan telemedicine,” kata Dee lagi.

Fenomena revolusi masif perubahan interaksi sosial juga terjadi pada dunia pendidikan di mana internet juga digunakan untuk belajar online baik sekolah, kuliah, dan kursus. Bekerja pun saat ini dilakukan secara remote dan tidak wajib setiap hari pergi ke kantor. Dengan begitu wifi pun sudah menjadi kebutuhan pokok.

Dengan segala perubahan yang terjadi ini, perlu adanya perubahan mindset untuk menyambut sekaligus adaptif terhadap budaya digital.

Informasi yang semakin terbuka membuat setiap orang harus menyaring segala sesuatunya sebelum menyebarkan. Rajin adaptasi menambah skill baru sesuai kebutuhan industri era digital dan berfikir lebih kritis terhadap apa yang bisa dilakukan agar lebih produktif dengan adanya budaya digital baru tersebut.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Klemes Rahardja, Founder The Enterpreneur Society, Nikita Dompas, Producer & Music Director dan Taufik Hidayat, Kepala UPT IT & Dosen Fakultas Teknik Universitas Syekh Yusuf.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 

 81 kali dilihat,  81 kali dilihat hari ini



Source link

!-- Composite Start -->
  • Bagikan