OPM Mengaku Bertanggung Jawab atas Penembakan terhadap Anggota TNI dan TGPF di Intan Jaya


Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom membenarkan serangan yang dilakukan kelompoknya terhadap rombongan TGPF yang dibentuk pemerintah Indonesia untuk mengusut kematian seorang pendeta di Intan Jaya, Papua. Kepada VOA, Sebby mengatakan serangan itu dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap TGPF yang dibentuk Menkopolhukam, Mahfud MD.

“Ya TPNPB bertanggung jawab. Itu keputusan kami, dan dengan tuntutan bahwa TPNPB menolak tim investigasi bentukan Menkopolhukam. Kami minta tim independen yang harus investigasi yaitu PBB, Komnas HAM, dan gereja,” katanya, Jumat (9/10) sore.

Sebby Sambom melanjutkan bahwa serangan itu dilakukan oleh pasukan TPNPB-OPM di Kodap VIII Intan Jaya, di bawah komando Sabinus Waker.

“Semua kerja sama untuk lakukan perang revolusi tahapan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Penerangan Kogabwilhan III, Kol Czi IGN Suriastawa mengatakan sedikitnya dua orang luka akibat tembakan itu, yakni anggota satuan tugas aparat teritorial, Sertu Faisal Akbar dan seorang dosen Universitas Gadjah Mada, Bambang Purwoko yang merupakan salah seorang rombongan TGPF.

Sertu Faisal Akbar, anggota TNI yang terkena tembakan (foto: courtesy TGPF).

Sertu Faisal Akbar, anggota TNI yang terkena tembakan (foto: courtesy TGPF).

“Pada tanggal 9 September 2020, pukul 15.30 WIT, di daerah Kampung Mamba Bawah, Distrik Hitadipa telah terjadi pengadangan oleh KSB terhadap rombongan TGPF saat kembali dari Distrik Hitadipa menuju ke Sugapa,” kata Suriastawa dalam keterangan resminya.

Kemudian, dua orang yang terkena tembakan itu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Sugapa untuk mendapatkan pertolongan medis. Suriastawa menyatakan bahwa KSB telah bertindak brutal atas serangan yang dilakukan terhadap TGPF.

Dosen Universitas Gadjah Mada, Bambang Purwoko, menjalani perawatan akibat terkena tembakan (foto: courtesy).

Dosen Universitas Gadjah Mada, Bambang Purwoko, menjalani perawatan akibat terkena tembakan (foto: courtesy).

“Mereka menghalangi kinerja tim yang dibentuk pemerintah untuk mengungkap kebenaran,” ucapnya.

Seperti diketahui, TGPF diberangkatkan ke Intan Jaya untuk mengusut kematian pendeta Yeremia Zanambani yang meninggal usai ditembak. TGPF ditugaskan selama dua pekan untuk menyelidiki dan mencari kebenaran atas sejumlah peristiwa penembakan serta kekerasan yang terjadi di Papua pada September 2020. [aa/em]



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Daftar lengkap harga sepeda gunung Polygon paling murah bulan Oktober 2020

Sab Okt 10 , 2020
KONTAN.CO.ID – Tak terasa kita telah memasuki bulan Oktober 2020. Ada beberapa sepeda gunung Polygon dengan pilihan harga menarik. Harga sepeda gunung Polygon mulai dari Rp 2 juta di bulan Oktober 2020 bisa simak disini. Kegitan bersepeda masih dilirik banyak orang di Indonesia. Lewat kegiatan yang mengasyikan ini, Anda bisa mendapatkan serunya melewati jalanan kota maupun medan ekstrem. Selain itu Anda juga bisa mendapatkan benefit seperti kesehatan serta menjaga imunitas tubuh di tengah […]