Nilai dan Kebiasaan dari Orangtua Bisa Cegah Anak Terpapar Hal Buruk di Internet

  • Bagikan
banner 468x60


JAKARTA,– Peter Eio, Former President at LEGO Group pernah mengatakan untuk pertama kalinya dalam sejarah umat manusia bahwa generasi anak-anak telah melampaui orang tua mereka dalam menggunakan teknologi baru.

banner 336x280

“Masih kita pegang andil namun kita perlu berdiri di kerendahan hati untuk bisa memahami anak-anak. Iya ya zaman sekarang anak-anak lebih pintar, maka tugas kita untuk tidak memungkiri mengejar ketertinggalan,” ujar Fiona Damanik, Konselor di Universitas Multimedia Nusantara saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I, Senin (26/7/2021).

Fiona mengatakan, harus ada usaha orang tua sebagai pembimbing anak untuk belajar teknologi dan mengejar ketertinggalan. Karena anak memerlukan pembimbing yang mau masuk ke dunia mereka. Jangan paksa anak ikuti orang tua, namun masuklah ke dunianya anak dengan memaknai berbagai aktivitas anak, misalnya saat anak asyik bermain game dan membuka internet.

Orangtua bisa memberikan pendekatan kepada anak dan memaparkan konsekuensi logisnya dari internet dan terlalu banyak main game. Menurutnya hal-hal buruk yang ada di internet memang tidak terbendung, namun kebiasaan bagi anak yang dibangun oleh para orang tua seperti nilai-nilai budaya dan etika di keluarga akan menjadi filter untuk menyaring hal negatif yang diterima anak dari dunia luar termasuk internet. “Pada akhirnya, warisan orangtua yang tidak akan pernah habis ialah nilai yang tertanam dari orang tua,” ujarnya lagi.

Webinar Literasi Digital Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Di webinar kali ini, hadir pula nara sumber Maria Ivana, seorang Graphic Designer, Fibra Trias Amukti, Editor in Chief mommies Daily, dan Iman Darmawan, Fasilitator Public Speaking.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

 56 kali dilihat,  19 kali dilihat hari ini



Source link

!-- Composite Start -->
  • Bagikan