Nawaz Sharif Bersumpah Akan Dongkel PM Pakistan dari Kekuasaan


Setelah bersikap diam selama hampir setahun, mantan perdana menteri Pakistan yang sedang sakit-sakitan Nawaz Sharif akhirnya angkat bicara. Melalui konferensi video yang ditayangkan di sebuah rapat umum partai oposisi di Islamabad, Minggu (20/9), ia menyampaikan serangan secara langsung terhadap Perdana Menteri Imran Khan dan militer Pakistan.

Dari tempat pengasingannya di London, ia bersumpah akan mendongkel Khan. Ia menuding Khan naik kekuasaan melalui pemilu yang direkayasa militer yang sangat berpengaruh di negara itu.

Pemerintah Khan, Senin (21/9) menyanggah tuduhan Sharif. Menteri Penerangan Shibli Faraz mengatakan, oposisi Pakistan hanya bersatu karena mereka mengkhawatirkan kasus-kasus korupsi yang melibatkan mereka.

Seorang pendukung mantan Perdana Menteri Nawaz Sharif menyentuh fotonya saat dia merayakan dengan orang lain menyusul keputusan pengadilan di Islamabad, Pakistan 19 September 2018. (Foto: dok).

Seorang pendukung mantan Perdana Menteri Nawaz Sharif menyentuh fotonya saat dia merayakan dengan orang lain menyusul keputusan pengadilan di Islamabad, Pakistan 19 September 2018. (Foto: dok).

Sharif pernah tiga kali menjabat sebagai perdana menteri Pakistan namun tidak pernah menyelesaikan masa jabatannya. Ia pertama kali dipecat presiden pada 1993, kemudian digulingkan penguasa militer Pervez Musharraf pada 1999, dan diberhentikan pengadilan pada 2017 atas tuduhan korupsi. Khan, mantan pemain kriket profesional, naik ke kuasaan pada 2018

“Perjuangan kita tidak hanya menentang Imran Khan,” kata Sharif. “Perjuangan kita adalah melawan orang-orang yang memanipulasi pemilu sehingga menempatkan seseorang tidak kompeten di kekuasaan dan menghancurkan negara ini.”

Sharif berbicara dari London, di mana ia tinggal sejak November lalu setelah ia dibebaskan dengan jaminan untuk mencari pengobatan di luar negeri. Pada saat itu, pengadilan hanya mengizinkan Sharif meninggalkan Pakistan selama empat pekan, namun ia tidak pulang. Pengadilan pekan lalu mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Sharif, yang sebelumnya dihukum tujuh tahun penjara atas tuduhan korupsi dan pencucian uang terkait dokumen Panama.

Pada Minggu, partai-partai oposisi melangsungkan pertemuan dan sepakat menyelenggarakan aksi protes nasional pada Oktober mendatang untuk menuntut pengunduran diri Khan. [ab/uh]



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Peningkatan Aktivitas Pesawat Tempur China Mulai Menggelisahkan Warga Taiwan

Sel Sep 22 , 2020
Meningkatnya aktivitas penerbangan pesawat angkatan udara China mulai menggelisahkan rakyat biasa Taiwan. Mereka bertanya-tanya apakah lawan politik mereka yang memiliki persenjataan berat itu pada akhirnya berencana menyerang setelah puluhan tahun mengeluarkan ancaman, sebut para analis maupun hasil jajak pendapat. Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China telah meningkatkan frekuensi dan jumlah penerbangan di atas garis median antara dua tetangga di Asia itu dalam empat bulan belakangan, sebut Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan. […]