Mona Ratuliu Beri Tips Satu Jam Cerdas Digital Bersama Anak

  • Bagikan
banner 468x60


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,– Internet sudah menjadi keseharian masyarakat, sejak pandemi Covid-19 yang membatasi ruang gerak.

Sehingga anak-anak harus sekolah online dan akhirnya sering mengakses internet yang tak hanya memiliki manfaat positif saja tapi juga dampak negatif.

“Anak-anak perlu didampingi saat memakai internet untuk menghindari dampak negatif yang tidak diinginkan,” kata Mona Ratuliu Founder Parenthink saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I,  pada Rabu (13/10/2021).

Dia pun mengajak para orangtua untuk memiliki waktu berkualitas dengan trik satu jam cerdas bersama anak saat membuat kesepakatan tentang penggunaan internet. Antara lain:

1.Orangtua harus mau mendengarkan anak terlebih dulu, dengan cerita pengalaman anak saat memakai internet.

Selama 15 menit, tanyakan apakah anak pernah mengalami cyberbullying, hal apa yang menurut mereka menarik di internet.

2.Selama 10 menit orangtua bisa memberikan pandangan terhadap apa yang dialami oleh anak.

3.Selanjutnya orangtua dan anak saling berbagi pengalaman selama 10 menit terkait aktivitasnya hal baik dan buruk di internet.

Orangtua bisa berbagi pengalaman yang dialami orang lain di mana internet juga memiliki ancaman kejahatan dari orang tidak dikenal seperti predator anak.

4.Dalam 20 menit orangtua dan anak bisa sama-sama membuat kesepakatan terkait penggunaan internet. Kapan waktu bebas dari gawai dan aturan berapa lama mengakses internet dalam sehari.

5.Terakhir, selama 5 menit orangtua bisa gunakan untuk merefleksikan diri dan merencanakan aksi mengenai hal-hal yang sudah disepakati bersama.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Hadir pula nara sumber seperti Klemes Rahardja, Founder The Enterpreneur Society, Cyntia Jasmine, Founder GIFU, Dee Rahma, seorang Digital Marketing Strategist dan Andi S, seorang Medical Doctor & Health Educator.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 83 kali dilihat,  83 kali dilihat hari ini



Source link

  • Bagikan