Militan Lepaskan Tembakan dan Bakar Mobil Polisi di Filipina


Puluhan militan yang bersekutu dengan ISIS melepaskan tembakan ke sebuah detasemen militer Filipina dan membakar sebuah mobil patroli polisi di sebuah kota di bagian selatan negara itu tetapi mundur setelah pasukan pemerintah membalas tembakan mereka, kata sejumlah pejabat, Jumat (4/12).

Belum ada laporan tentang korban luka dalam serangan singkat pada Kamis malam oleh Pejuang Kebebasan Islam Bangsamoro di kota Datu Piang itu. Namun demikian, insiden itu memicu kepanikan di kalangan warga setempat dan menghidupkan kembali kekhawatiran akan terulangnya pengepungan militan pada 2017 di kota Marawi selatan yang berlangsung selama lima bulan sebelum akhirnya dihalau oleh pasukan pemerintah.

“Kami berhasil mengendalikan situasi. Ini hanyalah sebuah kasus yang terisolasi,” kata komandan militer regional Letnan Jenderal Corleto Vinluan Jr. dalam sebuah pernyataan.

Sejumlah pejabat keamanan memberikan pernyataan berbeda-beda tentang motif 30 hingga 50 pria bersenjata itu. Beberapa mengatakan, militan menarget kepala polisi Datu Piang karena sebuah pertikaian, tetapi yang lain berspekulasi bahwa militan ingin menunjukkan bahwa mereka masih merupakan kekuatan yang harus diperhitungkan dengan menyerang detasemen militer di pusat kota yang mayoritas penduduknya Muslim itu.

Para pejabat itu membantah laporan sebelumnya bahwa para militan berhasil merebut kantor polisi dan membakar sebuah gereja Katolik Roma.

Ketika pasukan bala bantuan dengan kendaraan-kendaraan lapis baja tiba dan melepaskan tembakan, para militan melarikan diri ke sebuah lahan berawa-rawa, kata para pejabat militer.

Pejuang Kebebasan Islam Bangsamoro adalah salah satu dari sedikit kelompok bersenjata kecil yang melancarkan pemberontakan separatis di kawasaan pedesaan di Filipina Selatan yang sebagian besar penduduknya beragama Katolik Roma.

Kelompok-kelompok itu menentang kesepakatan otonomi 2014 yang dibuat oleh kelompok pemberontak Muslim terbesar di Filipina Selatan dengan pemerintah dan terus menerus melakukan serangan meskipun semakin melemah karena berbagai pertempuran, penyerahan diri dan perpecahan internal.

Salah satu kelompok bersenjata tersebut adalah Abu Sayyaf, yang telah masuk daftar hitam Amerika Serikat dan Filipina sebagai organisasi teroris yang terkenal sering melakukan penculikan untuk meminta tebusan, pemenggalan kepala dan pemboman. [ab/lt]



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Papua Masuk Lima Besar Kesembuhan Harian Tertinggi - Berita Terkini

Jum Des 4 , 2020
JAKARTA – Jumlah kesembuhan pasien Covid-19 per hari ini sudah mencapai 466.178 orang atau 82,7%. Jumlah kesembuhan kumulatif ini sudah termasuk penambahan pasien sembuh harian per 4 Desember 2020 sebanyak 3.625 orang. Per hari ini, peningkatan kesembuhan berada di Papua. Papua masuk urutan kelima menambahkan kesembuhan harian dengan 224 kasus dan kumulatifnya 5.383 kasus. Sehari sebelumnya Papua menambahkan pasien sembuh sebanyak 102 kasus. Sementara dari penambahan pasien terkonfirmasi positif hari […]