Menjaga Perangkat di Dunia Digital

  • Bagikan
banner 468x60


EKSEKUTIF.COM – Devie Maharani seorang Dosen Vokasi Universitas Indonesia mengatakan, dalam tingkat individu, keamanan digital bisa dikatakan rendah. Karena disebabkan oleh kesadaran masing-masing individu tersebut yang masih minim. Selain itu, dibuktikan juga dengan banyak kasus kejahatan digital. Menurut data Bareskrim Polri mencatat sejak Januari hingga november 2020 terjadi 4.250 laporan terkait kejahatan siber dan ini meningkat dibanding tahun sebelumnya.

banner 336x280

“Bicara soal keamanan kita bisa mulai dari perangkat keras kita, yakni handphone atau komputer. Itu harus dijaga,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam webinar Literasi Digital di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (9/8/2021) siang.

Password bisa dikatakan sebagai proteksi pertama terhadap perangkat keras yang kita gunakan. Password atau kata sandi yang baik ialah yang menggunakan kombinasi angka, huruf, serta simbol. Selain password, proteksi pertama lainnya ialah fingerprint atau face authentication.

Devie juga menyampaikan, dalam menyusun kata sandi pastikan tidak ada orang di sekitar kita yang melihat saat mengganti atau membuka kata sandi. Kemudian, tutup layar saat memasukkan kata sandi, serta mengganti kata sandi secara berkala untuk menghindari pembobolan.

“Jangan gunakan password yang mudah seperti urutan angka 12345 dan sebagainya. Data menunjukkan saat ini telah ada 23,3 juta pengguna yang memakai password sejenis itu,” tambahnya.

Ia berpesan, sebagai pengguna dan pemilik perangkat digital, kita harus menerapkan prinsip untuk memperlakukan password layaknya menggunakan sikat gigi. Artinya, dengan mengganti secara berkala dan tidak menukarnya dengan orang lain.

Kita juga perlu berhati-hati dengan deskripsi diri, foto profil, dan nama akun yang kita pajang di internet. Tidak menutup kemungkinan hal tersebut disalahgunakan orang tidak bertanggung jawab untuk tindak kejahatan.

Devie menyampaikan, lindungi juga nama ibu kandung dan akses aplikasi terhadap handphone. Serta selalu mewaspadai aktivitas mencurigakan terhadap akun-akun yang kita miliki.

Di samping proteksi pertama dalam perangkat keras kita, pastikan juga bahwa perangkat yang kita miliki aman dari virus atau malware. Malware ini merupakan perangkat lunak yang disusun untuk mengontrol isi dari perangkat keras kita. Untuk menghidarinya, pastikan selalu mengunduh aplikasi resmi dari App Store atau Playstore.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, kita sudah meminimalkan risiko kejahatan siber yang mungkin bisa terjadi pada perangkat kita.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (9/8/2021) siang juga menghadirkan pembicara Ricco Antonius (Founder of Patris Official Store), Santia Dewi (Owner Dari @Limbackstore & @Grosirkaosdistrotanahabang), Farid Zamroni M (Presidium Mafindo), Devie Rahmawati (Dosen Vokasi Universitas Indonesia), dan Winda Ribka sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 8 kali dilihat,  8 kali dilihat hari ini



Source link

!-- Composite Start -->
  • Bagikan