Mengubah Pola Pikir Agar Produktif di Era Digital

  • Bagikan
banner 468x60


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,- Heracletos filsuf Yunani menyebut tidak ada yang bisa bertahan kecuali perubahan itu sendiri sebab perubahan sifatnya mutlak sehingga yang harus kita lakukan bersahabat dengan perubahan bukan menolak atau melawan perubahan. Begitu pun ketika pandemi Covid-19 terjadi, masyarakat perlu berubah dan melakukan adaptasi agar bisa bertahan.

“Saat ini masyarakat Indonesia sudah masuk ke era digital industri 4.0, semua orang bisa berbudaya kreatif dan produktif. Tanpa batas usia, tanpa hambatan biaya, tanpa pengaruh ruang dan waktu, tanpa alasan dan tanpa berhenti,” kata Maria Natasya, Internal Communication Strategic Planner CIMB Niaga saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, pada Rabu (27/10/2021).

Kunci utamanya untuk bisa produktif di era ini adalah budayakan melatih pola pikir mau mencoba, mau berusaha, dan mau bisa. Sebab sudah tidak ada halangan bagi individu untuk bisa produktif. Caranya hanya menciptakan manfaat, peka pada efisiensi, memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Setiap individu juga mesti memiliki kesadaran bahwa dia tidak asal sibuk di media sosial namun sibuk yang dilakukan memberikan manfaat karena setiap orang pun bisa menghasilkan uang dengan waktu dan kebebasan dari internet.

Lebih jauh dia mengatakan ciri orang produktif bisasanya fokus akan tujuannya, sadar akan penggunaan energi dan sumber daya, dan tentunya akan memiliki prioritas yang jelas sehingga memiliki persiapan yang tajam. Adapun waktu menurutnya memang gratis, tapi tidak bisa dibeli karena itu sebagai individu yang hidup di era digitalisasi dan industri 4.0 yang akan berus berkembang lebih jauh lagi harus menyadari bagaimana memanfaatkan waktu secara produktif. Terlebih di internet, banyak waktu yang bisa dihabiskan namun haruslah menghasilkan dan membawa bermanfaat.

Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Di webinar kali ini, hadir pula nara sumber seperti Nirat, dari SMK Plus PGRI Cibinong, Atib Taufik, Ketua MGMP Kota Depok, Yudi Raharja, Instruktur Edukasi4ID, dan Amanda Gratiana, Creative Director Ghea Resort.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 2 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini



Source link

  • Bagikan