Menggunakan Media Sosial secara Positif

  • Bagikan
banner 468x60


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Seiring perkembangan zaman, kehadiran media sosial semakin beragam. Media sosial merupakan sebuah media yang para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berinteraksi, berbagi, dan menciptakan isi blog tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

Sebagian orang menganggap adanya media sosial memberikan beberapa dampak, baik itu positif maupun negatif. Terlebih di era pandemi.

“Sekilas media sosial memberikan kemudahan dan manfaat yang baik bagi masyarakat. Hanya saja di sisi lain ada pula dampak negatifnya yang muncul,” tutur Aloysius Wemby seorang Risk Management Consultant dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Rabu (!3/10/2021).

Karena itu, sebelum bermedia sosial kita harus memahami terlebih dahulu dampak-dampaknya, agar bisa lebih cakap dan bijak dalam menggunakannya.

Wemby memaparkan, dampak positif media sosial bagi para penggunanya akan memudahkan berkomunikasi bahkan antar negara, memudahkan pencarian informasi, membangun personal branding, sarana berbisnis dan pembelajaran. Selain dampak positif, dampak negatifnya semua aktivitas kita tidak lepas dari gadget dan berakhir menyebabkan kecanduan.

Untuk menekan penggunaan media sosial agar lebih berdampak positif, kita sebagai pengguna bisa memanfaatkannya secara produktif dan kreatif. Ia menyampaikan, memulainya pun bisa dilakukan dengan mengikuti tokoh yang menginsporasi, membangun jaringan/komunitas yang baik, berpikir out of the box, serta mencontoh orang-orang yang telah sukses berkiprah di media sosial.

“Kita memanfaatkan media sosial dengan seperlunya, bukan sedikit-sedikit pakai media sosial. Kalau kita bisa memanfaatkan secara produktif dan kreatif, kita bisa membuat perubahan yang positif juga,” jelasnya.

Setelah menggunakan internet dengan produktif dan kreatif, upaya yang bisa kita terapkan agar tidak terjebak kecanduan. Dalam paparan Wemby, upaya tersebut ialah dengan memaksimalkan waktu bersama lingkungan sekitar, mengedepankan aktivitas fisik, dan perbanyak sosialisasi di kehidupan nyata.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Rabu (13/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Pipit Djatma (Fundraiser Consultant & Psychosocial Activist IBU Foundation), Shandy Susanto (Dosen Universitas Agung Podomoro), Mardiana R.L (Vice Principal in Kinderhouse Pre School), dan Nyimas Indriana (Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 8 kali dilihat,  8 kali dilihat hari ini



Source link

  • Bagikan