Mengajarkan Keamanan Berinternet pada Anak

  • Bagikan
banner 468x60


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Sebelum mengedukasi anak mengenai keamanan berinternet, Idayanti Sudiro seorang Certified Life and Wellness Coach menyampaikan, terdapat hal yang harus dipahami oleh orang tua, yaitu menyadari bahwa anak tidak dalam kendali kita.

“Kita harus kendalikan diri kita sendiri. Dalam hal memberikan ajaran internet kepada anak, kita yang harus tahu bagaimana caranya supaya anak mau mendengar apa yang diajarkan, yaitu dengan memahami dan mengerti anak dengan baik,” ungkap Idayanti dalam Webinar Literasi Digital di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (13/10/2021).

Antara orang tua dan anak, hubungan yang dijalin merupakan hubungan berkualitas dan penuh kasih sayang. Anak tidak akan merasa nyaman ketika kita mengajarkannya tanpa kasih sayang. Ia mengatakan, hubungan yang berkualitas ini berkaitan dengan waktu. Jadi, seberapa lama orang tua meluangkan waktu dan memberikan perhatian kepada anak. Ketika hubungan kita dan anak berkualitas, anak akan mendengarkan setiap perkataan orang tua.

Karena ingin mengedukasi perihal internet, orang tua harus melek internet. Orang tua perlu memahami adanya parental control, situs yang boleh diakses dan tidak, dan lainnya. Menurut Idayanti, orang tua diperbolehkan memeriksa gadget anak sesekali untuk memastikan apa yang diakses, diunduh, dan ditonton oleh anak.

“Komunikasi sambil mengedukasi anak. Hanya melarang tanpa komunikasi yang baik dan alasan yang jelas membuat anak tidak mau mendengarkannya,” tuturnya.

Orang tua harus bisa memposisikan dirinya sebagai seorang ‘teman’ bagi anak. Tujuannya agar anak tidak takut untuk mengomunikasikan apapun kepada orang tua. Anak akan lebih mudah bercerita mengenai apa yang diaksesnya di internet hingga masalah saat berinternet. Dari orang tua pun, kita bisa memberi pengetahuan dan pengertian anak terkait dampak internet bagi kesehatan, cara bersosialisasi, kejahatan dunia maya, dan sebagainya.

Lalu, orang tua menjadi anutan bagi anak. Apapun yang diberitahukan kepada anak, sebaiknya orang tua melakukannya lebih dulu. Contohnya, terdapat aturan untuk tidak menggunakan atau memainkan gadget saat makan, maka orang tua tidak boleh melakukan hal tersebut di ruang makan.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (13/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Esa Firmansyah (Kepala LPPM Fakultas Teknologi Informasi UNSAP), Pipit Djatma (Fundraiser Consultant & Psychosocial Activist IBU Foundation), Syarief Hidayatulloh (Digital Strategist Hello Monday Morning), dan Riri Damayanti(Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 8 kali dilihat,  8 kali dilihat hari ini



Source link

  • Bagikan