Menciptakan Budaya Kreatif dan Produktif di Ruang Digital

  • Bagikan
banner 468x60


JAKARTA,– Indonesia memiliki 274,9 juta penduduk, di mana sebanyak 202,6 juta sudah memakai internet dengan 170 juta jiwa aktif di sosial media. Dengan jumlah tersebut seharusnya internet bisa menjadi potensi dan peluang yang memberi nilai ekonomi bagi masyarakat.

banner 336x280

“Peluang semakin luas di era digital sebab tak ada batasan di ruang digital untuk berkreasi dan berinovasi. Terjadi pergeseran pola pikir, perilaku dan tindakan masyarakat dalam akses ruang digital,” ujar Loka Hendra, Head of Food & Beverage Cinepolis Indonesia saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I pada Senin (2/8/2021).

Lebih jauh dia mengatakan, digitalisasi telah menciptakan efisiensi bagi individu maupun pelaku UMKM dalam berkreasi dan berinovasi. Berbagai program akselerasi transformasi digital pun memudahkan masyarakat untuk meningkatkan produktifitas.

“64 persen penduduk Indonesia sudah terkoneksi dengan internet, namun tidak semua berperilaku positif dengan budaya kreatif dalam menggunakan ruang digital. Bahkan Microsoft menyebut netizen Indonesia paling tidak sopan se-ASEAN,” kata Loka.

Loka mengatakan, ada banyak cara untuk menciptakan budaya kreatif dan produktif di ruang digital, seperti dengan mendukung dan mengapresiasi ide kreatif agar semakin out of the box dalam berkreasi. Digitalisasi juga bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan kreatifitas generasi muda dalam memperkenalkan budaya Indonesia. Termasuk berpartisipasi dalam aktifitas atau kompetisi yang diselenggarakan untuk mendorong budaya kreatif dan inovatif.

“Tanamkan pemikiran dan narasi positif dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga,” tuturnya.
Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Andry Hamida, Head of Creative Visual Brand Hello Monday Morning, Danan Dna, seorang Creativepreneur, dan Benny Daniawan, Dosen Sistem Informasi Universitas Buddhi Dharma.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 7 kali dilihat,  7 kali dilihat hari ini



Source link

!-- Composite Start -->
  • Bagikan