Memberikan Ajaran Keamanan Digital pada Anak

  • Bagikan
banner 468x60


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Banyak orang tua yang merasa kesulitan dalam mendidik dan mengasuh anak di era digital. Belum lagi bahaya-bahaya dari penggunaan internet pada anak, seperti hoaks, kejahatan digital, bullying, hingga pelecehan.

“Kalau kita sudah tahu bahaya digital buat anak itu banyak. Bukan berarti semata-mata kita melarang anak untuk pakai dan memanfaatkan dunia digital,” tutur Mona Ratuliu, Founder ParentTHINK dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/10/2021).

Ia menyampaikan bahwa internet masih banyak memiliki manfaat positif bagi anak. Di antaranya, tempat belajar baru, mudah mencari informasi, sarana kolaborasi, mencari referensi, dan mengoptimalisasi penggunaan bahasa asing.

Berdasarkan survei ECPAT Indonesia terhadap anak-anak, terdapat 90 persen responden tinggal bersama orang tua, tetapi sebanyak 64 persen tidak didampingi oleh orang tua ketika mengakses internet.

Mona, pendampingan itu sangat penting untuk menghindari efek negatif dari internet. Dengan pendampingan kita bisa membuat anak berkembang saat menggunakan internet.

Agar anak bisa menjaga diri ialah dengan berdiskusi bersama anak. Meski tidak mudah untuk berdiskusi bersama anak, kita bisa memulainya dengan suasana yang menyenangkan terlebih dahulu.

Tujuannya agar anak merasa nyaman. Kemudian, kita dapat memulai diskusi dengan waktu 15 menit pertama untuk mendengarkan pandangan anak.

Setelah itu 10 menit berikutnya orang tua memberikan pandangannya. Lalu, dilanjutkan dengan berbagi pengalaman, menyusun kesepakatan bersama, dan merefleksikan kesepakatan tersebut, serta membuat rencana aksi.

“Sekarang bikin aturan-aturan buat anak-anak itu sudah enggak zaman dari satu arah. Jadi kalau cuma dari orang tuanya kebanyakan dilanggarnya. Lebih baik bikin kesepakatan bersama yang melibatkan anak dan orang tua, supaya anak-anak merasa memiliki kesepakatan ini,” ujar Mona.

Kesepakatan yang dibuat juga harus ditulis agar antara anak dan orang tua tidak ada yang lupa. Apabila nantinya dilanggar, perlu ada konsekuensi dan lakukan evaluasi dari kesepakatan tersebut secara berkala.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Dino Hamid (Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia), Dee Rahma (Digital Marketing Strategist), Iman Darmawan (Fasilitator Public Speaking & Founder Iman Komunika), dan Amanda Gratiana (Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 92 kali dilihat,  72 kali dilihat hari ini



Source link

  • Bagikan