Memaksimalkan Bisnis dengan Strategi Branding di Media Sosial

  • Bagikan
banner 468x60


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,- Internet dan kecanggihan teknologi membuat segala sesuatunya menjadi sangat mudah dan bisa dilakukan lewat layar ponsel.

Internet juga mengalami perubahan fungsi, pada awal tahun 2010 internet hanya digunakan untuk mencari informasi dan hiburan. Namun kini kedua fungsi tersebut telah berubah menjadi nilai ekonomi yang mendatangkan sumber penghasilan.

banner 336x280

Internet sekarang digunakan untuk mempromosikan produk, jasa, maupun sarana branding. Dengan perubahan itu para pemilik bisnis bahkan pelaku UMKM mau atau tidak harus belajar atau akan tertinggal dengan kemajuan cara mempromosikan barang atau jasanya lewat konten di berbagai platform media sosial.

“Keahlian digital marketing saat ini juga digunakan untuk memaksimalkan bisnis dan penjualan produk” sebut Andry Hamida, Head of Creative Visual Brand Hello Monday Morning saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Sukabumi, Jawa Barat I, Senin (13/9/2021).

Konten sendiri terbagi menjadi dua yakni dari segi penulisan dan desain, kedua dari segi ide konten. Ide konten harus menarik dan bagus begitu pun dengan penyajiannya menjadi syarat mutlak sebuah konten bisa berhasil.

Pertama berbicara mengenai ide konten dia memberi rumus A.I.D.A yaitu singkatan dari attention, interest, detail, dan action yang jika dibahasakan menjadi sorotan, ketertarikan, detail dan aksi. Rumus ini menurutnya telah dipakai di mana-mana dan berhasil.

“Tips untuk mendapatkan perhatian audiens , gunakan kalimat yang memancing rasa penasaran. Gunakan kalimat yang melawan apa yang biasanya terjadi. Gunakan huruf yang mudah dibaca, gunakan warna kontras dan tulisan harus besar,” ujarnya lagi.

Konten yang dibuat detail juga bakal memengaruhi dan menjadi aspek penting. Disarankan untuk membuat kata-kata yang to the point, dan penggunaan bahasa konsisten, serta tidak keluar dari konteks, gunakan juga bold warna seperti merah dan hitam, beri kotak berbeda untuk kata yang penting dan tulisan jangan sampai terlalu mepet ke pinggir.

Ketika membuat konten perhatikan juga sisi soft selling, jadi tidak terang-terangan langsung menawarkan produk. Bisa berikan gratis dulu misalnya lewat konsultasi gratis.

Di bagian konten permudah cara orang menghubungi, yakni dengan mencantumkannya di link bio akun sosial media sehingga orang yang memerlukannya tidak perlu mencatat lagi.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kota Sukabumi, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Irma Nawangwulan, Lecture IULI, Nandya Satyaguna, seorang Medical Doctor dan Pipit Djatma, Fundraiser Consultant & Psychosocial Activist IBU Foundation.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 73 kali dilihat,  73 kali dilihat hari ini



Source link

!-- Composite Start -->
  • Bagikan