Melindungi Data Pribadi Agar Terhindar dari Kejahatan Cyber

  • Bagikan
banner 468x60


JAKARTA,- Kehadiran dan pertumbuhan pengguna internet membentuk budaya digital katena penggunaan teknologi digital secara massif.

Diketahui saat ini pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 202,6 juta jiwa dengan 170 juta yang telah aktif di media sosial. Seiring gencarnya teknologi dan internet sebagai bagian hidup manusia modern sekarang, terdapat ancaman pencurian data pribadi melalui internet.

banner 336x280

Eko Ariesta, Founder & CEO Enterpro.id mengungkapkan setidaknya ada empat hal yang mengancam keamanan data pribadi seseorang di internet.

Pertama bisa digunakan untuk kriminal, yaitu data korban digunakan pelaku untuk melakukan aktivitas kriminal misalnya penyelundupan narkoba, aksi teror, alibi pembunuhan dan lainnya.

Kedua dat pribadi yang dicuri juga bisa disalahgunakan untuk penyamaran, yaitu data korban digunakan pelaku sebagai identitas barunya misalnya imigran gelap, mata-mata, hingga pencemaran nama baik.

Tak kalah bahayanya, di sisi finansial data pribadi yang dicuri juga bisa digunakan pelaku untuk menguras keuangan korban atau relasi korban. Contohnya pencurian kartu kredit, mengambil kredit, penipuan, maupun pemerasan.

Selanjutnya di sisi medis data pribadi seseorang juga bisa digunakan untuk kebutuhan medis, misalnya pemalsuan hasil laboratorium dan ketergantungan akan obat-obat tertentu.

“Untuk menghindarinya hal yang bisa kita lakukan adalah melindungi apa yang ada di dalam genggaman kita,” ujar Eko saat menjadi nara sumber di webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (10/8/2021).

Jika data pribadi merupakan dokumen tidak penting yang sudah tidak digunakan maka sebaiknya dihancurkan. Sementara di dunia online untuk melindungi data pribadi gunakan password dengan kombinasi angka dan huruf besar kecil sert simbol.

Kemudian kode OTP merupakan kunci, sehingga jangan sembarangan untuk memberikannya.

Selain itu bijaklah saat menggunakan media sosial dan saat akan menjual handphone jangan lupa untuk factory reset agar semua data Anda hilang dan tidak disalahgunakan orang tak dikenal.

“Saat browsing menggunakan komputer umum gunakan private browsing atau incognito mode dan selalu log out. Kalau mau membeli device baru maka carilah yang ada keamanan finger print-nya atau biometrik-nya,” tutur Eko.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Noor Kamil, Co-Founder Mas Pam Records, Dessy Natalia, Asst. Lecture & Industrial Staff Placement UMB, dan Muhamad M. Ismail, Mahasiswa Tingkat Akhir Teknik Industri STT Wastukancana Purwakarta.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 44 kali dilihat,  44 kali dilihat hari ini



Source link

!-- Composite Start -->
  • Bagikan