Masyarakat Perlu Mengubah Pola Pikir dan Adaptif Menghadapi Transformasi Digital

  • Bagikan
banner 468x60


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Transformasi digital merupakan bagian dari proses penerapan teknologi yang lebih besar. Transformasi digital juga merupakan perubahan yang berhubungan dengan penggunaan teknologi digital dalam semua aspek kehidupan dalam masyarakat.

banner 336x280

“Mindset untuk sebuah perubahan harus kita terus latih. Karena polanya kini semua menuju ke arah digitalisasi,” sebut Golda Siregar, Senior Consultant at Power Character saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat I, pada Rabu, (29/9/2021).

Sejak pandemi transformasi digital pun mengalami percepatan, di mana kini segala sesuatunya dikerjakan dari rumah. Namun di satu sisi setiap individu tetap harus memiliki hubungan karena manusia merupakan makhluk sosial. Jadi walaupun kini manusia lebih banyak ada di rumah, tetap ada interaksi namun polanya memang berbeda.

“Dari sikap yang ditunjukkan saat berinteraksi tatap muka pun sebanyak 5% menunjukan personaliti seseorang, sisahnya 95% yaitu karakter dan tempramen tidak begitu ditunjukan,” katanya lagi.

Terkait dengan transformasi digital hal ini berkaitan saat individu berinteraksi sosial melalui media sosial. Setiap orang pun akhirnya harus menyadari di balik media sosial sebenarnya yang dihadapi tetaplah manusia. Manusia yang memiliki cipta, rasa dan karsa pun dapat terluka dengan ucapan orang lain di media sosial. Termasuk menjadi cemas saat membaca hoaks, sehingga setiap individu mesti mengetahui bahwa interaksi sosial juga mengalami transformasi. Hal ini pun terjadi pada bidang pekerjaan yang perlu mengalami adaptasi bekerja dan meeting di rumah.

“Sangat diperlukan mindset harus berubah, bukan hanya semuanya harus digitalisasi tapi juga secara personal budaya yang harus dibangun,” kata Golda lagi.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir juga nara sumber lainnya seperti Daniel Hermansyah, CEO of Kopi Chuseyo, Cyntia Jasmine, Founder GIFU, dan Asep H. Nugroho, Dosen Fakultas Teknik UNIS.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 13 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini



Source link

!-- Composite Start -->
  • Bagikan