Longsor Norwegia: Tiga mayat ditemukan dan beberapa orang masih hilang | Berita Dunia


Tiga mayat telah ditemukan dan tujuh orang masih hilang setelah tanah longsor di Norwegia.

Tim penyelamat di desa Ask, dekat Oslo, belum menemukan tanda-tanda kehidupan setelah bencana tersebut merobohkan bangunan di daerah tersebut. di hari Rabu.

Dua mayat ditemukan dari reruntuhan pada hari Sabtu setelah korban pertama ditemukan pada hari Jumat. Sejauh ini, hanya seekor anjing Dalmatian yang berhasil diselamatkan hidup-hidup.

Ask 20210101..Kru penyelamat bekerja pada hari Jumat di daerah longsor di mana tanah longsor besar terjadi di Ask di kotamadya Gjerdrum pada hari Rabu.  Beberapa rumah telah diambil oleh longsoran salju dan 10 orang hilang.  Lebih dari 1.000 orang di wilayah tersebut telah dievakuasi.. Foto: Terje Bendiksby / NTB
Gambar:
Sembilan bangunan hancur akibat longsor. Foto: Associated Press

Tim pencari telah menggunakan helikopter dan drone pendeteksi panas untuk membantu mereka menavigasi kondisi musim dingin dalam upaya untuk memulihkan mayat.

Polisi Norwegia mengatakan mereka tidak akan mengurangi pencarian, meskipun satu tim penyelamat dari Swedia telah kembali ke rumah.

Kepala polisi setempat Ida Melbo Oeystese mengatakan kepada wartawan bahwa masih mungkin untuk menemukan korban selamat di kantong udara yang dibuat di dalam gedung yang hancur.

“Secara medis, Anda bisa bertahan selama beberapa hari jika Anda punya udara,” katanya.

Tanah longsor adalah yang terburuk dalam sejarah modern Norwegia, memotong jalan di desa tersebut dan menghancurkan setidaknya sembilan bangunan.

Gambar dan video dari kota tersebut menunjukkan gedung-gedung tergantung lepas di tepi jurang berukuran lebar 2.300 kaki (700m) dan 1.000 kaki (305m).

Gunakan browser Chrome untuk pemutar video yang lebih mudah diakses

Beberapa hilang setelah longsor Norwegia

Pada Jumat malam, polisi Norwegia mempublikasikan nama dan usia dari 10 orang yang dilaporkan hilang, termasuk seorang anak berusia dua tahun.

Pejabat belum mengidentifikasi mayat yang ditemukan.

Lebih dari 1.000 orang terpaksa meninggalkan desa, dengan kekhawatiran 1.500 orang lagi mungkin akan diminta untuk pergi di tengah kekhawatiran akan lebih banyak tanah longsor.

Misi pencarian dan penyelamatan telah ditunda dengan memudarnya jam siang hari dan kekhawatiran bahwa lebih banyak tanah longsor dapat menyebabkan tanah tidak dapat menopang berat peralatan yang digunakan untuk mencari korban.



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pompeo Bela Rencana Trump Terkait Perdamaian Afghanistan

Ming Jan 3 , 2021
VOA —  Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Sabtu (2/1) mengatakan tidak ada tentara AS yang menjadi korban di Afghanistan dalam hampir setahun. Pompeo juga menyebut soal inisiatif pemerintahan Trump untuk memajukan perdamaian di negara yang dilanda konflik itu. Washington pada Februari menyepakati perjanjian dengan Taliban untuk mengakhiri perang Afghanistan yang telah berlangsung 19 tahun, yang terlama dalam sejarah AS. Kesepakatan bersejarah itu mengawali penarikan tentara AS dari negara […]