Lima hari berturut, Malaysia catat peningkatan empat digit kasus baru virus corona


ILUSTRASI. Tenaga kerja asing menunggu dalam barisan untuk tes virus corona di luar sebuah klinik di Kajang, Malaysia, Senin (26/10/2020).

Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID – KUALA LUMPUR. Malaysia mencatat peningkatan empat digit kasus baru virus corona untuk hari kelima berturut-turut pada Selasa (1/12) dengan 1.472 infeksi.

Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah mengatakan, 778 kasus baru virus corona berasal dari kluster Teratai, yang merupakan mayoritas dari 891 infeksi yang terdeteksi di Selangor.

Kluster Teratai terkait dengan pabrik sarung tangan karet Top Glove.

Ini adalah kluster terbesar di Malaysia dan penyumbang kasus virus corona terbanyak dengan total 5.056 infeksi. Dari jumlah tersebut, 331 adalah warga negara Malaysia sedangkan sisanya warga negara asing.

Karena sebagian besar kasus baru yang terdeteksi di Malaysia berasal dari lokasi konstruksi dan pabrik, Noor Hisham menyatakan, Kementerian Kesehatan menyambut baik keputusan pemerintah untuk memperpanjang perintah kontrol pergerakan yang ditingkatkan untuk hostel pekerja pabrik dari 1 Desember hingga 14 Desember.

Baca Juga: Produsen sarung tangan medis terbesar dunia jadi episentrum Covid-19 di Malaysia

“Hingga saat ini, pengusaha terkait diarahkan untuk menghentikan semua operasi dan menutup pabriknya secara bertahap, serta melakukan pengujian terhadap seluruh pekerjanya,” katanya seperti dikutip Channel News Asia.

Malaysia juga mencatat tiga kematian baru pada Selasa (1/12), semuanya di Sabah. Kematian termuda adalah seorang pria berusia 24 tahun yang tidak memiliki penyakit yang sudah ada sebelumnya.

Dua kluster baru juga terdeteksi di Sabah. Yakni, kluster View Kolombong di Kota Kinabalu dan Tuaran serta kluster Talang-Talang di Kota Kinabalu.

Hingga Selasa, Malaysia melaporkan total 67.169 kasus virus corona dan 363 kematian. Sebanyak 10.495 kasus diklasifikasikan sebagai aktif atau menular. Dan, saat ini ada 180 kluster aktif.

 






Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Operasi Keamanan di Sulteng Belum Beri Rasa Aman

Sel Des 1 , 2020
POSO, SULAWESI TENGAH  —  Adriany Badrah, Direktur Celebes Institute, menyatakan operasi keamanan di Poso untuk memburu dan menangkap para teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), telah berlangsung tujuh tahun dengan anggaran yang besar. Namun, operasi itu tidak mampu menghentikan teror dan kekerasan, serta memberi rasa aman bagi warga. Celebes Institute adalah organisasi yang sejak 2011 fokus pada program rehabilitasi dan reintegrasi atau penyatuan kembali mantan narapidana teroris kembali ke tengah […]