Kongres dan Pemerintahan Trump Mungkin Tak Bisa Sepakati Stimulus Komprehensif



Kepala staf Gedung Putih Mark Meadows mengatakan hari Rabu (7/10) bahwa Kongres dan pemerintahan Trump mungkin tidak bisa mencapai kesepakatan tentang paket bantuan yang komprehensif untuk mengatasi imbas Covid-19.

Tanpa merinci hal-hal apa saja yang lebih dipilih pemerintah, Meadows mengulangi cuitan Presiden Trump Selasa malam bahwa ia akan mendukung undang-undang terpisah untuk membantu maskapai penerbangan Amerika dan pengusaha kecil serta memberi bantuan stimulus kepada perorangan.

Meadows hari Selasa mengatakan, pemerintah dan Ketua DPR Nancy Pelosi menyetujui “sekitar 10 hal” yang “bersedia dipelajari” pemerintah jika Pelosi mau mempertimbangkan berdasar “masing-masing situasi.”

Pelosi cenderung menyatukan upaya mengatasi imbas virus corona daripada membuat undang-undang terpisah untuk masing-masing. Hari Selasa, Pelosi mengatakan, DPR akan menyetujui lebih banyak undang-undang bantuan, meskipun Trump menolak berunding.

DPR yang dikuasai fraksi Demokrat sebelumnya menyetujui paket undang-undang komprehensif yang akan memberi beragam bantuan sementara virus terus menyebar ke seluruh Amerika, menulari lebih dari 7,5 juta dan membunuh sekitar 211.000 orang. Itu jumlah yang tertinggi di dunia.

Trump hari Selasa mengatakan, usul Demokrat itu tidak dapat diterima, dan bahwa ia mengarahkan pejabat pemerintah untuk menghentikan pembicaraan sampai setelah pemilihan bulan depan.

Dalam salah satu rangkaian cuitannya, Trump mengusulkan menyetujui beberapa ketentuan bantuan, dan bukan kumpulan tindakan yang lebih besar seperti telah beberapa kali diambil pemerintah tahun ini. Trump juga mengatakan ia akan memberi persetujuan cepat untuk RUU yang memberi miliaran dolar kepada maskapai penerbangan dan usaha kecil. [ka/jm]



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sekutu NATO Cermati Pemilu AS di tengah Ketegangan Hubungan Transatlantik

Kam Okt 8 , 2020
Sekutu-sekutu Amerika di Eropa mengawasi secara cermat ketika pemilihan presiden AS memasuki babak terakhir pada November 2020. Sejak Presiden AS Donald Trump menjabat hubungan trans-Atlantik mengalami ketegangan, dan sejumlah analis menyatakan beberapa negara Eropa berharap pulihnya stabilitas di wilayah itu setelah presiden Joe Biden berkuasa nantinya. Sekutu NATO negara Eropa lainnya menyambut baik tuntutan Trump agar Eropa mengambil porsi lebih besar dan memenuhi target belanja pertahanan mereka, sementara benua itu […]