Kompetensi Masyarakat dalam Etika Berinternet, Bisa Meminimalkan Konten Negatif

  • Bagikan
banner 468x60


JAKARTA,– Di dunia digital, etika berinternet atau netiket hal paling dasar dalam tata krama menggunakan internet adalah setiap individu harus menyadari bahwa sedang berinteraksi dengan manusia lain secara nyata dengan jaringan. Bukan dengan sekadar huruf-huruf di layar monitor namun dengan karakter manusia sesungguhnya.

banner 336x280

“Konten negatif yang membarengi perkembangan dunia digital tentu menyasar para pengguna internet. Konten negatif ini muncul karena motivasi-motivasi dari pembuatnya, yang memiliki berbagai kepentingan. Ekonomi, politik, dan memecah belah masyarakat,” kata Zaka Vikryan, Ketua KIPP Kabupaten Kuningan, saat webinar Literasi Digital Jawa Barat Kabupaten Kuningan, pada Selasa (3/8/2021).

Sementara berbagai konten negatif seperti hoaks atau berita palsu memiliki dampak dalam hubungan sosial masyarakat, seperti disharmoniasi, disintegrasi, dan chaos. Adapun untuk menghindari hal tersebut masyarakat di era digital harus memiliki kemampuan dalam beretika di internet yang ditunjang beberapa kompetensi seperti menyeleksi suatu informasi sesuai etiket, memverifikasi suatu berita terlebih dahulu untuk mengetahui suatu kebenaran. Kemudian kompetensi berpartisipasi kolaborasi dalam tuang digital seperti sharing dan menggunakan hastag.

Lebih jauh dia mengatakan, untuk menyeleksi perilaku yang beretika di internet maka setiap individu haruslah menyadari keberadaan orang lain di dunia maya. Taat terhadap standar perilaku online yang sama dengan yang kita jalani di dunia nyata. Tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan pengguna internet lainnya, membentuk citra diri positif, menghormati privasi orang lain, hingga pada mengakses hal-hal yang baik dan bersifat tidak dilarang.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Jawa Barat I, Kabupaten Kuningan merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber lainnya seperti Henry V Herlambang, CMO Kadobox, Zakiyal Fuad Ketia, Lapkesdam NU Kabupaten Kuningan, Rino, Kaprodi Teknik Informatika Universitas Buddhi Dharma.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 1 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini



Source link

!-- Composite Start -->
  • Bagikan