Klaim Pengadilan Dicemari, Chauvin Kemungkinan Akan Banding



Mantan polisi Minneapolis, Derek Chauvin, kemungkinan akan berusaha membatalkan vonis pembunuhannya dengan menyatakan bahwa juri berprasangka buruk karena liputan media dan penyelesaian dalam kasus perdata yang dibawa oleh keluarga George Floyd, meskipun peluangnya untuk berhasil, menurut para ahli hukum, sangat kecil.

Juri, Selasa (20/4), menyatakan Chauvin bersalah atas pembunuhan yang tidak disengaja tingkat dua, pembunuhan tingkat ketiga dan pembunuhan tingkat dua karena kelalaian dalam kematian Floyd, seorang laki-laki kulit hitam. Video insiden tersebut memicu protes global terkait ras dan kebrutalan polisi.

Pengacara Chauvin harus memberi tahu pengadilan dalam waktu 60 hari jika mereka berencana mengajukan banding. Pengacaranya kemudian memiliki waktu beberapa bulan untuk meninjau transkrip dan dokumen pengadilan sejak awal kasus untuk membangun argumen mereka.

Dua minggu sebelum persidangan kesaksian dimulai, Minneapolis setuju untuk membayar $27 juta untuk menyelesaikan gugatan perdata yang diajukan keluarga Floyd atas kematiannya.

Kesepakatan itu dicapai saat pemilihan juri dalam kasus pidana sedang berlangsung dan pengacara Chauvin, Eric Nelson, mengatakan penyelesaian itu punya “kecenderungan luar biasa besar dalam mencemari juri.”

Hakim Peter Cahill pada 19 Maret menolak permintaan Nelson untuk menunda persidangan karena penyelesaian tersebut, sebuah keputusan yang kemungkinan besar akan diajukan oleh pembela saat naik banding.

Pengacara Chauvin juga bisa mengutip keputusan Cahill untuk mengadakan persidangan di Minneapolis sebagai alasan untuk membatalkan hukuman tersebut.

Pembela berpendapat bahwa tidak mungkin memperoleh juri yang tidak memihak di kota itu, yang diguncang oleh protes atas kematian Floyd. Tapi hakim mengatakan kasus itu adalah salah satu kasus yang paling dicermati dalam sejarah dan memindahkan persidangannya tidak akan menimbulkan banyak perbedaan. [my/ft]



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Raksasa media sosial TikTok digugat oleh mantan komisaris anak-anak atas kebijakan pengumpulan data yang 'teduh' | Berita Sains & Teknologi

Rab Apr 21 , 2021
Mantan komisaris anak-anak untuk Inggris itu telah meluncurkan proses hukum atas nama 3,5 juta anak di bawah 13 tahun melawan TikTok. Anne Longfield menuduh bahwa platform media sosial tersebut secara ilegal mengumpulkan data pribadi dari jutaan anak sejak Mei 2018 – ketika Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR) diperkenalkan. Gugatan tersebut meminta kompensasi untuk jutaan anak yang berpotensi terkena dampak, yang menurut Longfield bisa mencapai miliaran pound. Gunakan browser Chrome untuk […]