Kiat-Kiat Melawan Hoaks – MAJALAH EKSEKUTIF # terbit sejak 1979 –

  • Bagikan
banner 468x60


EKSEKUTIF.comIndonesia memiliki jumlah pengguna internet yang cukup besar di dunia yakni sebanyak 202,6 juta orang.

Hal tersebut tentunya akan memberikan pengaruh besar jika tidak ada pemahaman mengenai literasi digital. Sebab mungkin dengan adanya penetrasi pengguna internet yang semakin meningkat, maka akan bahaya jika konten yang terisi adalah konten-konten negatif dan berita menyesatkan yang kontra produktif.

banner 336x280

“Fakta menarik lain 98,2% dari penduduk sudah memiliki smartphone,” kata Willy Bachtiar, Dosen & Humas Sekolah Vokasi IPB saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat I, pada Rabu (18/8/2021).

Sehingga Willy menjelaskan keterangan , “Dapat dikatakan penduduk kita sudah betul-betul sangat mudah mengakses informasi, selain mengakses merek juga mudah berbagi informasi.”

Lewat berbagai platform dan media sosial yang saat ini tersedia, maka informasi apapun dengan mudah bisa dibagikan.

Apa dimaksud setiap orang tetap perlu bijak dalam menggunakan media sosial?

Ya, ketika siapa saja, bisa Anda, anak atau tetangga yang  ingin mengunggah sesuatu kemudian menyebarkannya kepada orang lain perlu dipastikan hal tersebut jadi konsumsi publik.

Dan ini, akan mengubah informasi menjadi sebuah opini publik, maka akan bahaya bila ternyata apa yang dibagikan keliru.

Menurut Katadata Insight Center di November 2020, terdaoat beberap ragam sebab masyarakat menyebarkan hoaks.

Sebanyak 68,4% mengatakan hanya meneruskan berita yang tersebar tanpa tahu benar atau tidaknya. Sebanyak 56,1% ternyata tidak tahu kalau berita tersebut tidak benar, dan sisahnya hampir tidak tahu sumber berita yang tidak jelas.

Berita asli atau hoaks pun bisa diidentifikasi dari beberapa elemen berita hoaks seperti menggunakan judul yang bombastis, kalimatnya persuasif, menggunakan huruf besar semua, dan biasanya meminta untuk diviralkan. U

ntuk menghindari hoaks masyarakat perlu untuk memverifikasi sumber, mengecek kembali gambar atau foto, pikirkan lagi secara kritis berita yang telah Anda baca. Selain memahami semua kiat melawan hoaks tersebut, masyarakat juga perlu untuk meningkatkan kemampuan informasi dan literasi data.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Webinar kali ini juga mengundang nara sumber seperti Pringgo Aryo, seorang Produser & Komposer Musik, Alda Dina Bangun, Guru SD Cahaya Bangsa Kota Baru Parahyangan dan Asep H. Nugroho, Dosen Fakultas Teknik UNIS.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Gambar: https://www.merdeka.com/

 81 kali dilihat,  81 kali dilihat hari ini



Source link

!-- Composite Start -->
  • Bagikan