Ketegangan di perbatasan pecah, 3 tentara India tewas ditembak pasukan Pakistan


ILUSTRASI. Tentara pebatasan India terlihat berjaga di sSektor Ranbr Singh Pura dekat Jammu, perbatasan dengan Pakistan.

Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID – SRINAGAR. Tiga tentara India tewas pada Kamis (1/10) ditembak oleh pasukan Pakistan di perbatasan di wilayah sengketa Kashmir, dalam ledakan ketegangan baru kedua negara.

Penembakan sering meletus di sepanjang Garis Kontrol, atau garis gencatan senjata di Kashmir, yang diklaim sepenuhnya oleh India dan Pakistan, dua negara bersenjata nuklir.

Juru bicara militer India Rajesh Kalia mengatakan, Pakistan telah melancarkan tembakan tak beralasan di sektor Nowgam Kamis pagi, menewaskan dua tentara India dan melukai empat lainnya.

Seorang tentara India lainnya tewas dalam penembakan pada Kamis dini hari oleh pasukan Pakistan di sektor Poonch. “Pasukan kami merespons keras tembakan musuh,” kata Kalia  seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Viral, beredar video tentara China menangis saat berangkat ke perbatasan India

Belum ada komentar langsung dari Pakistan.

New Delhi menyebutkan, pasukan Pakistan melepaskan tembakan untuk membantu militan menyelinap ke sisi Kashmir India guna bergabung dengan pemberontakan bersenjata selama beberapa dekade di wilayah itu. 

Tapi, Pakistan sebelumnya menyatakan, mereka hanya memberikan dukungan moral dan diplomatik kepada orang-orang Kashmir yang berjuang untuk menentukan nasib sendiri.

Selain dengan Pakistan, India secara terpisah juga terkunci dalam pertempuran militer paling serius dengan China di sepanjang perbatasan mereka yang juga disengketakan.

 





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Aktivis Belarus, Iran, AS, Nikaragua Raih Penghargaan Alternatif Nobel

Kam Okt 1 , 2020
Seorang aktivis pro-demokrasi Belarus, seorang pengacara HAM Iran yang dipenjarakan, seorang pengacara hak sipil AS, dan seorang aktivis lingkungan dan hak penduduk asli Nikaragua, Kamis (1/10), meraih penghargaan tertinggi dari Swedia yang kadang disebut alternatif penghargaan Nobel. Ales Bialiatski dari Belarus, Nasrin Sotoudeh dari Iran, Bryan Stevenson dari AS, dan Lottie Cunningham Wren dari Nikaragua, bersama-sama meraih Right Livelihood Award. Ole von Uexkull, Direktur Eksekutif Right Livelihood Foundation, mengatakan, para […]