Kestabilan Kondisi Orangtua Jadi Kunci Penting sebelum Memberikan Pemahaman Keamanan Internet ke Anak

  • Bagikan
banner 468x60


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Peran orangtua dalam memberikan ajaran tentang keamanan internet kepada anak sangatlah penting. Namun sebelum itu, orangtua pun harus memastikan terlebih dulu keadaan dirinya. Sebab keadaan orangtua seperti kestabilan emosi, ekonomi, kesehatan, dan pengetahuannya terkait teknologi menjadi kunci penting.

banner 336x280

“Selama dua tahun terakhir ini cukup berat ya dan ini dialami oleh seluruh dunia, jadi kita tanya kestabilan diri kita, karena banyak juga yang dirumahkan, ada yang dipaksa juga kerja di rumah, dan belajar konsep baru,” kata Pipit Djatma Fundraiser Consultant & Psychosocial Activist IBU Foundation saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat I, pada Kamis (9/9/2021).

Kemudian tanyakan kembali, bagaimana keadaan anak selama pandemi? Apakah mengalami belajar online, dari segi sosial hingga hiburan yang merupakan kesehatan mental dan fisik anak juga perlu diperhatikan. Sebab tidak semua anak bisa menerima keadaan sekolah di rumah, bisa jadi anak terjebak pada stress karena mengalami kebuntuan selama sekolah jarak jauh.

Lebih jauh Pipit mengatakan anak membutuhkan pembimbing yang bisa masuk ke dunia mereka. Karena itu orangtua pun perlu memaknai tiap aktivitas anak dan memberikan solusi dalam setiap masalah yang terjadi pada anak. Anak-anak zaman sekarang juga berbeda, mereka cenderung kritis ketika orangtua melarang sesuatu. Sehingga orangtua perlu memberikan konsekuensi logis terkait pembatasan penggunaan gawai mengapa dan apa akibatnya agar bisa diterima anak.

Perlu adanya diskusi antara orangtua dan anak terkait penggunaan gawai. Seperti penjelasan mengenai kebutuhan akan internet, kemudian risikonya dan bagaimana mengindari dampak buruknya. Lalu tanggung jawab penggunaan gawai dan konsekuensi jika gawai hilang atau rusak. Selain itu orangtua juga perlu menelusuri kegiatan anak saat bermedia sosial, untuk menghindari predator anak.

“Orangtua dapat memantau dan mengarahkan situs web dan media sosial yang mendukung tumbuh kembang anak dan pastikan anak tidak mengunjungi situs yang tidak sesuai,” tuturnya lagi.

Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Di webinar kali ini, hadir pula nara sumber seperti Maria Natasya, seorang Graphic Designer, Vivi Andriyani, Marcomm & Promotion Specialist, dan Elfira Fitri, Student Affairs & Career Development Specialist.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 3 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini



Source link

!-- Composite Start -->
  • Bagikan